UAR Jalin Kerja Sama dengan Lembaga Kemanusiaan Asal Inggris Bantu Palu

Jakarta, MINA – Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) menjalin kerja sama dengan lembaga kemanusiaan non pemerintah asal Inggris, Humanity Without Borders untuk mengirimkan bantuan untuk korban bencana alam di Palu, Sulawesi Tengah.

Lembaga kemanusiaan yang fokus terhadap bencana alam, kemiskinan, dan perang tersebut diwakili oleh tiga relawanya, Shabeer Sacranie, Naeem Basir dan Tayyap Sacranie.

Ketiganya disambut dengan ramah oleh perwakilan dari UAR bersama Al-Aqsa Working Group (AWG) dan wartawan MINA di terminal kedatangan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/12).

“Tujuan kami ke sini adalah benar-benar tulus untuk membantu warga Palu yang sedang mengalami kesusahan karena gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang mengahantam daerah mereka,” jelas Shabeer.

Ia menyebutkan, beberapa bantuan yang akan diberikan seperti ratusan paket makanan, tenda, perlengkapan anak, dan bantuan tunai untuk janda serta orang tua.

Sementara itu, UAR sendiri dari awal sudah aktif mengirimkan bantuan dan relawan ke wilayah terdampak bencana di Palu dan sekitarnya.

Shabeer yang juga pimpinan lembaga tersebut menjelaskan, ini adalah kedatangan pertama kali ke Indonesia. Mereka mendapatkan akses ke Indonesia dari salah satu lembaga kemanusiaan Malaysia.

“Perjalanan kami ke Indonesia diperantarai oleh lembaga kemanusiaan Malaysia hingga kami diperkenalkan dengan Ukhuwah Al-Fatah Rescue untuk berkerjasama bantu korban gempa Palu,” ungkapnya.

Rencananya, mereka akan langsung terbang dari Jakarta ke Palu. Selama lima hari, mereka akan menyalurkan bantuan dan sekaligus melakukan pengamatan tentang kebutuhan apa saja yang warga Palu masih perlukan.

“Di Palu kami berencana membagikan bantuan yang kami bawa dan mendata keperluan yang masih diperlukan untuk kita bawa di kunjungan kami berikutnya,” katanya.

Lembaga yang sudah terdaftar oleh pemerintah Inggris ini mengaku sudah memberikan bantuan kemanusiaan ke berbagai belahan dunia seperti di Suriah, Rohingya, Palestina, dan masih banyak lagi.

Shabeer mengatakan, meskipun proses perizinan lembaga kemanusiaan begitu rumit di Inggris, tetapi mereka tetap berjuang untuk membelanjakan harta yang mereka miliki di jalan yang benar.

Ia melanjutkan, donasi-donasi tersebut dikumpulkan dari berbagai lapisan masyarakat dan komunitas termasuk saudara serta sahabat-sahabat mereka.

“Misi kami adalah mengemban amanah harta yang telah mereka titipkan untuk dibagikan kepada orang yang membutuhkan,” katanya. (L/Sj/R06)

Mi’raj News Agency (MINA)