Ulama Malaysia Ajak Umat Islam Pahami Jama’ah Muslimin

Nilai, Malaysia, MINA – Dr. Ahmed Abdul Malik, ulama sekaligus Dosen Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) mengajak umat Islam untuk mengenali dan memahami Jama’ah Muslimin yang berpegang teguh pada Al-Quran dan Sunnah.

Ia mengatakan hidup berjama’ah adalah salah satu kewajiban seluruh umat Islam. Namun, masalah timbul ketika jama’ah-jama’ah Islam di luar sana terlalu banyak.

“Sehingga hal menyebabkan kita bingung untuk memilih jama’ah mana yang wajib diikuti,” ujar Dr. Ahmed saat menjadi pembicara dalam Tabligh Akbar Virtual Jama’ah Muslimin (Hizbullah) 1442 H melalui video online langsung dari Nilai, Malaysia, Ahad (4/4).

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ahmed membagi empat jenis jamaah, yakni adalah Jama’ah Takfir, Jama’ah yang berpolitik, Jama’ah  yang tidak berpolitik dan Jama’ah Islam yang bersifat peguyuban (berdasarkan ikatan spiritual)  .

Menurutnya, umat Muslim harus berhati-hati dengan jenis Jama’ah Takfir karena sifatnya yang ekstrim.

Sedangkan Jama’ah Muslimin, Dr. Ahmed berpendapat merupakan jenis yang keempat.

Ia mengatakan, pengertian Jama’ah menurut bahasa Arab adalah sejumlah besar manusia atau sekelompok manusia yang berhimpun untuk mencapai tujuan yang sama. Sedangkan menurut istilah syariah adalah sekelompok umat Islam yang bersepakat dalam suatu tujuan tertentu dan dipimpin oleh seorang pemimpin.

Sementara itu, pengertian Jama’ah Muslimin sendiri adalah sekelompok umat Islam yang bersepakat menerapkan Al-Quran dan Sunnah serta merealisasikan Khilafah ala Minhaji Nubuwwah sebagaimana tuntunan Rasulullah.

Hal tersebut berdasarkan perintah Allah diantaranya dalam Al-Quran Surat Al-Imran ayat 103 dan Hadist riwayat Bukhari & Muslim.

Dr. Ahmed juga menyebutkan tujuan dari Jama’ah Muslimin antara lain adalah pembentukan masyarakat Muslim dan penyatuan umat Islam berdasarkan nash-nash Al-Quran dan Hadits.

Oleh karena itu, ia berpesan agar semua ikhwan untuk turut serta dalam mendakwahkan Jama’ah Muslimin ke seluruh penjuru dunia,

Untuk pertama kalinya, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) pada Ahad(4/4) menyelenggarakan tabligh akbar virtual, dengan mengangkat tema “Berjama’ah Adalah Fitrah Dalam Menghadapi Berbagai Fitnah dan Krisis Akhir Zaman”, yang berpusat di Masjid At-Taqwa Ponpes Al-Fatah Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Di masa sebelum pandemi Covid-19, Tabligh Akbar biasanya diadakan secara terpusat di satu tempat seperti di Cileungsi dan Muhajirun Lampung Selatan, yang dihadiri jamaah dari seluruh tanah air dan luar negeri.

Tabligh akbar virtual tersebut diikuti jamaah dari berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri seperti Thailand, Filipina, Nigeria, Sudan, Palestina dan Malaysia.

Dengan menghadirkan pembicara utama yakni Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur, Pembina Jaringan Ponpes Al-Fatah KH. Abul Hidayat Saerodjie dan Pengasuh Ponpes Al-Fatah Maos Arif Hizbullah, M.A. Selain itu, pembawa acara oleh Sekretaris Redaksi MINA Widi Kusnadi. (L/RE1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)