Ustaz Ahso: Berjihad dengan Harta dan Jiwa

Cileungsi, Kab. Bogor, MINA – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Ustaz Ahmad Soleh mengatakan, di dalam Qur’an nyaris seluruh perintah jihad itu yang didahulukan Amwal, yaitu harta kekayaan, meskipun yang paling mahal itu jiwa.

Hal itu disampaikannya dalam Ta’lim gabungan Wilayah Jabodetabek, Banten, NTB, dan Markas 1 yang digelar di Masjid At-Taqwa Cileungsi, Kab. Bogor pada Ahad (29/5).

Ustaz Ahso begitu sapaannya mengatakan, jihad itu harus kontinyu, terus dilakukan dengan harta dan jiwa.

Ia menyampaikan satu riwayat hadits tentang jihad dengan harta, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, Allah Ta’ala berfirman (dalam hadits Qudsi) “Berinfaklah wahai anak Adam, niscaya engkau akan dinafkahi.”

Baca Juga:  Rumah Zakat Aceh Salurkan 1 Ton Beras Untuk Lansia

Ia mengatakan, penelitian di dalam Qur’an, nyaris seluruh perintah jihad itu yang didahulukan Amwal, yang didahulukan adalah harta kekayaan, meskipun yang paling mahal jiwa. “Makanya Allah membeli kita itu jiwanya dulu baru hartanya,” katanya.

“Tapi Allah memberikan kewenangan kepada kita dalam berjihad, hartanya dahulukan, jiwanya belakangan. Kapan jiwa itu akan diserahkan untuk Allah? Ketika kita diserang oleh musuh, maka di situ bukan lagi harta yang diperlukan tapi yang diperlukan anfus (Jiwa),” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan kata-kata dari Umar bin Khattab, “Wahai jama’ah, berjihadlah, karena segala sesuatu (buah) tidaklah menjadi manis dan segar sebelum terasa pahit dan susah, lalu menjadi tumbuhan pendek yang tidak dapat memanjang.”

Baca Juga:  MUI Kecam Serangan Israel Saat Shalat Idul Adha di Masjid Al-Aqsa

Maksud dari kata-kata itu, lanjutnya, adalah tumbuhan pendek yang tidak dapat memanjang, yaitu adalah buah yang sudah matang, yang tidak bisa berkembang lagi. Tapi sebelum matang manis dan harum, jangan dikira langsung tiba-tiba jadi, harus melalui proses dulu, proses yang pahit.

“Nah itu para sahabat membaca kehidupan seperti itu, begitu juga dengan perjuangan kepemimpinan. Tidak tiba-tiba kemudian menjadi rujukan, sebelum kita melewati fase pahit. Apa itu fase pahit, yakni jihad, dakwah, tarbiyah, dan infaq fii Sabilillah,” ujarnya.

“Jadi subhanallah, jangan bermimpi kita disegani seluruh dunia, kalau kita tidak berjuang. Perjuangan itu diurai lagi, perjuangan dalam dakwah, dalam pendidikan, usaha anti riba dan lain sebagainya,” tambahnya. (L/R6/RS2)

Baca Juga:  Presiden Jokowi Laksanakan Shalat Idul Adha di Semarang

Mi’raj News Agency (MINA)