Wapres: Indonesia Berencana Selenggarakan Pertemuan Tokoh Lintas Agama Dunia

Jakarta, MINA – Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin mengatakan, pemerintah ingin mengadakan pertemuan-pertemuan dalam rangka membangun kerukunan antarumat beragama, baik secara nasional dan dunia.

Mengutip pernyataan melalui akun YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia pada Sabtu (15/2), Ma’ruf mengatakan, ia berbincang dengan Menlu Retno antara lain untuk melakukan pertemuan tokoh-tokoh agama dunia dan diharapkan Indonesia bisa menjadi tuan rumah.

“Pertama, pertemuan antar tokoh agama termasuk dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) nasional. Kedua kita perbincangkan untuk melakukan pertemuan tokoh-tokoh agama dunia, diharapkan Indonesia bisa jadi tuan rumah,” kata Wapres dalam keterangan mingguannya kepada wartawan seusai bertemu Menlu Retno, di Jakarta, Kamis (13/2).

Ia mengatakan, target dari pertemuan itu yaitu
bagaimana tokoh-tokoh agama ini rukun di dunia ini, sehingga tidak terjadi konflik-konflik agama.

“Bahkan kita menginginkan agar tidak hanya bisa rukun, tapi juga bisa merukunkan konflik yang sedang berkembang sekarang di dunia dengan tokoh-tokoh agama terkemuka seperti dari agama Islam Syaikhul Azhar, dari Katolik Paus kemudian tokoh agama Kristen, Hindu, Budha, secara bersama-sama bagaimana membangun dunia baru yang lebih damai, lebih rukun,” ujar Ma’ruf.

Sebelumnya, Ma’ruf Amin juga menyampaikan harapannya untuk melanjutkan kerjasama dalam melakukan interfaith dialogue dengan Presiden Singapura Halimah Yacob saat kunjungannya ke Indonesia pada Selasa (4/2).

“Kerja sama interfaith dialogue ini dapat menjadi upaya preventif munculnya ancaman radikalisme dan bahkan terorisme,” katanya.

Menurut Ma’ruf, dialog menjadi solusi untuk menciptakan dan menjaga perdamaian di wilayah-wilayah konflik karena pendekatan militer tidak optimal digunakan sebagai sarana penyelesaian.

“Kita harapkan melalui agama nanti bisa menjadi perekat untuk bisa menyelesaikan konflik itu, karena upaya untuk merukunkan konflik melalui pendekatan politik dan pendekatan militer itu belum menyelesaikan konflik yang ada,” ujarnya. (T/R6/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)