Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

WHO Optimistis Ebola di Kongo Bisa Dikendalikan, Dirjen Tedros Turun Langsung ke Lokasi Wabah

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 29 Mei 2026 - 18:17 WIB

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:17 WIB

18 Views ㅤ

Ilustrasi: petugas medis Republik Demokratik Kongo (Foto: WHO)

Kinshasa, MINA – Direktur Jenderal World Health Organization, Tedros Adhanom Ghebreyesus, tiba di Republik Demokratik Kongo untuk memantau langsung penanganan wabah Ebola dan menegaskan bahwa penyebaran penyakit mematikan itu masih dapat dihentikan melalui kerja sama internasional dan respons kesehatan yang cepat.

Dalam kunjungannya, Tedros menyampaikan dukungan kepada tenaga kesehatan yang berada di garis depan penanganan wabah. Ia menekankan pentingnya deteksi dini, pelacakan kontak, vaksinasi, dan edukasi masyarakat guna mencegah penyebaran virus semakin meluas, terutama di wilayah terpencil yang memiliki akses kesehatan terbatas.

Pemerintah Republik Demokratik Kongo bersama WHO sebelumnya melaporkan munculnya kembali kasus Ebola di beberapa wilayah timur negara itu. Kondisi keamanan yang tidak stabil akibat konflik bersenjata disebut menjadi salah satu tantangan utama dalam distribusi bantuan medis dan penanganan pasien di lapangan.

WHO juga mengerahkan bantuan tambahan berupa tenaga medis, logistik, vaksin, serta peralatan laboratorium untuk mempercepat respons darurat. Organisasi kesehatan dunia itu menilai pengalaman penanganan wabah Ebola sebelumnya memberikan modal penting bagi Kongo dalam mengendalikan situasi saat ini agar tidak berkembang menjadi krisis kesehatan yang lebih besar.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Ebola merupakan penyakit menular yang memiliki tingkat kematian tinggi dan menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita yang terinfeksi. Republik Demokratik Kongo tercatat beberapa kali mengalami wabah Ebola dalam dua dekade terakhir, termasuk wabah besar pada 2018 hingga 2020 yang menewaskan ribuan orang.

Komunitas internasional kini terus memantau perkembangan wabah tersebut karena dikhawatirkan dapat meluas ke negara-negara tetangga di Afrika Tengah apabila tidak segera dikendalikan. WHO menegaskan dukungan global tetap dibutuhkan untuk memastikan sistem kesehatan di Kongo mampu menangani wabah secara efektif dan melindungi jutaan warga dari ancaman penyakit mematikan itu. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda

Afrika
Palestina
Palestina