Gaza, MINA – Kementerian Kesehatan Gaza pada Senin (27/8) mengatakan bahwa rumah sakit dan pusat medis mencatat volume pasien yang belum pernah terjadi sebelumnya selama paruh pertama 2026, karena sistem kesehatan di wilayah tersebut terus beroperasi pada kapasitas maksimum meskipun telah melampaui batasnya.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian akesehatan mengatakan unit gawat darurat menerima 997.844 pasien, sementara klinik rawat jalan mencatat 826.060 kunjungan. Rumah sakit juga merawat 111.378 pasien selama periode yang sama.
Tim medis melakukan 57.112 operasi kompleks dan darurat, serta 760 prosedur kateterisasi jantung yang menyelamatkan jiwa.
Kementerian mengatakan fasilitas kesehatan juga memasok dan mendistribusikan 32.186 unit darah untuk memenuhi kebutuhan operasi darurat dan pasien yang menderita pendarahan hebat.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Staf medis melakukan 47.629 sesi dialisis untuk 3.912 pasien gagal ginjal, sementara klinik kesehatan jiwa menerima 45.000 pasien.
Layanan rehabilitasi juga menyediakan 73.000 sesi terapi fisik.
Para pejabat medis dan badan-badan PBB berulang kali memperingatkan bahwa sistem kesehatan Gaza berada di ambang kehancuran.
Menurut kementerian, 26 dari 38 rumah sakit di Jalur Gaza tidak beroperasi, sementara kekurangan obat-obatan esensial telah melebihi 50 persen.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Kekurangan pasokan medis telah mencapai 70 persen dan kekurangan bahan uji laboratorium telah melampaui 87 persen, membahayakan nyawa ribuan pasien.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
















Mina Indonesia
Mina Arabic