Gaza, MINA – Ribuan pasien di Jalur Gaza masih menunggu evakuasi medis untuk perawatan darurat. Demikian pernyataan Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (28/8).
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan lembaganya pekan lalu mendukung evakuasi 106 pasien, termasuk 19 anak-anak, melalui penyeberangan Rafah dan Kerem Shalom. Mereka didampingi oleh 132 orang.
“Sejak Oktober 2023, 13.237 pasien, termasuk 6.276 anak-anak, dan 16.406 pendamping telah dievakuasi dari Gaza,” kata Tedros di platform media sosial X.
“Evakuasi medis memberikan kesempatan bertahan hidup bagi orang-orang yang membutuhkan perawatan darurat,” katanya.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Tedros menekankan, akses berkelanjutan melalui berbagai rute penyeberangan diperlukan untuk memastikan pasien menerima perawatan medis tepat waktu.
Tindakan genosida Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza telah mengungsi ratusan ribu warga setempat, banyak di antaranya mencari perlindungan di tempat penampungan sementara dan tenda di seluruh wilayah kantong Palestina tersebut.
Sejak gencatan senjata yang ditengahi AS, lebih dari 1.300 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 4.000 terluka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Sejak Oktober 2023, ketika Israel melancarkan perang genosida di Gaza, lebih dari 73.400 warga Palestina tewas dan lebih dari 174.400 terluka akibat serangan Israel yang tak henti-hentinya, yang sebagian besar menargetkan infrastruktur sipil. []
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic