Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua PP Wanita Islam: Dari Monas Kita Ketuk Pintu Langit untuk Kemerdekaan Palestina

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - 2 jam yang lalu

2 jam yang lalu

5 Views ㅤ

Ketua Umum Pimpinan Pusat Wanita Islam, Marfuah Musthofa, saat menyampaikan orasi dalam Pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Ahad, 1 November 2026. (Foto: Syahrus Shidieq/MINA)

Jakarta, MINA — Ketua Umum Pimpinan Pusat Wanita Islam, Marfuah Musthofa, menyampaikan orasi penuh haru dalam Pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Ahad (1/11).

Di hadapan ribuan peserta apel, ia mengajak seluruh hadirin untuk tidak pernah berhenti bersuara demi kemerdekaan Palestina dan pembebasan Al-Aqsa.

Marfuah membuka orasinya dengan menggambarkan penderitaan yang telah lama dialami saudara-saudara di bumi Palestina. Ia membandingkan kehidupan anak-anak Indonesia dengan anak-anak Palestina.

“Saudara-saudara kita di bumi Palestina sudah menderita lama. Kalau anak-anak kita bangun tidur mencari sarapan, anak-anak Palestina tidur di tenda-tenda yang tercabik-cabik berselimut malam dan dingin,” ujarnya.

Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani

Dari Lapangan Monas, Marfuah mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan doa dan bersuara, seolah mengetuk pintu langit, agar kemerdekaan Palestina dan pembebasan Al-Aqsa dapat segera dinikmati oleh rakyat Palestina.

“Dari Monas kita ketuk pintu langit supaya kemerdekaan Palestina dan pembebasan Al-Aqsa dapat dinikmati oleh Palestina,” tegasnya.

Marfuah menegaskan bahwa dari Monas, ia dan seluruh peserta tidak akan pernah berhenti untuk bersuara. Menurutnya, jika semua rakyat Indonesia bersuara, maka suara itu bisa menguncang dunia.

“Dari sini kita tidak pernah berhenti untuk bersuara. Kalau semua rakyat Indonesia bersuara maka bisa menguncang dunia,” ujarnya.

Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza

Indonesia untuk Palestina

Di akhir orasinya, Marfuah menegaskan komitmen bahwa Indonesia berdiri untuk Palestina. Ia mengingatkan agar tidak ada yang lelah dan capek dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

“Indonesia untuk Palestina. Kita tidak boleh lelah, tidak boleh cape, untuk kemerdekaan Palestina,” pungkasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki utang sejarah pada Palestina. Karena itu, ia mengajak seluruh bangsa untuk tidak pernah berhenti menghapuskan penjajahan di atas muka bumi.

Baca Juga: Ahmad Shobri Lubis, Ketua PA 212: Gaza Tetap Teguh, Palestina Segera Merdeka

“Indonesia yang sudah berhutang pada Palestina, jangan pernah berhenti untuk terus menghapuskan penjajahan di atas muka bumi,” imbuhnya.

Orasi Marfuah menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam pembukaan BSP 2026, mengingatkan bahwa solidaritas untuk Palestina bukan hanya soal kehadiran di lapangan, tetapi juga soal keberanian bersuara, keteguhan doa, dan komitmen untuk terus berjuang hingga penjajahan berakhir. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Orasi Herman Budianto, Alumni Global Sumud Flotilla: Untuk Apa di Sini? Untuk Mendukung Palestina!

Rekomendasi untuk Anda