Kyiv, MINA — Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy memperingatkan bahwa meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi menghambat rencana perundingan damai antara Ukraina dan Rusia yang sedianya digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
Kondisi geopolitik baru itu menjadi tantangan baru bagi upaya menghentikan konflik yang telah berlangsung selama hampir empat tahun. Al-Jazeera melaporkan.
Zelenskyy menyampaikan kekhawatiran itu dalam pernyataan kepada wartawan di Kyiv pada Jumat (30/1), ia mengatakan bahwa pertemuan yang direncanakan pada awal Februari dapat ditunda atau dipindahkan karena dinamika antara Washington dan Teheran yang terus berubah.
Menurut Zelenskyy, negosiasi damai yang inklusif hanya mungkin terlaksana jika semua pihak yang berkepentingan—termasuk perwakilan AS, Rusia, dan Ukraina—dapat duduk bersama tanpa gangguan eksternal.
Baca Juga: Trump: Bantuan Militer AS ke Israel Dihentikan Akhir Tahun
Ia menyatakan belum ada tanggal atau lokasi pasti untuk pertemuan itu karena situasi global terus berkembang.
Sementara itu, laporan independen menyebutkan bahwa Zelenskyy juga menyuarakan kesiapan Ukraina untuk mematuhi jeda serangan terhadap infrastruktur energi Rusia dalam konteks gencatan senjata yang diusulkan, namun menekankan bahwa setiap langkah diplomatik harus mempertimbangkan kondisi di lapangan.
Ketegangan AS–Iran sendiri terjadi di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap Teheran terkait program nuklir dan hak asasi manusia di dalam negeri, sekaligus memperkuat postur militer di kawasan.
Pernyataan Iran bahwa dialog dengan AS harus “adil dan terstruktur” datang bersamaan dengan kesiapan negaranya mempertahankan diri secara militer jika diperlukan, menambah kompleksitas geopolitik yang memengaruhi isu lain termasuk konflik di Ukraina.
Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon
Konflik antara Ukraina dan Rusia yang dimulai pada Februari 2022 telah menjadi salah satu krisis keamanan terbesar di Eropa abad ini. Berbagai upaya diplomatik telah dilakukan, termasuk mediasi oleh AS dan negara lain melalui pertemuan trilateral, namun belum menghasilkan kesepakatan permanen.
Perundingan yang sering mengalami buntu ini kini mendapat tekanan tambahan dari ketegangan global lain, seperti hubungan antara AS dan Iran, yang berpotensi mengalihkan fokus dan sumber daya diplomatik dari upaya perdamaian Ukraina–Rusia. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
















Mina Indonesia
Mina Arabic