Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belasa Negara Bersatu Boikot Produk Zionis Israel

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 9 September 2026 - 09:36 WIB

Rabu, 9 September 2026 - 09:36 WIB

31 Views ㅤ

Demo boikot Israel di Inggris (foto: Ist)

Paris, MINA — Sebanyak 12 negara, termasuk Inggris, Prancis dan Kanada, menyatakan akan memberlakukan atau mendukung pembatasan perdagangan barang yang berasal dari permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya kekerasan pemukim dan perluasan permukiman Israel yang dinilai mengancam prospek penyelesaian dua negara. MEMO melaporkan, Rabu (9/9).

Pernyataan bersama itu ditandatangani Inggris, Prancis, Kanada, Denmark, Finlandia, Islandia, Irlandia, Norwegia, Polandia, Portugal, Spanyol dan Swedia. Mereka menyatakan akan mengambil langkah nasional atau mendukung pembatasan di tingkat Eropa sesuai prosedur masing-masing negara.

Inggris, Prancis dan Kanada secara khusus menyatakan akan mengeluarkan kebijakan nasional untuk melarang perdagangan barang yang diproduksi di permukiman Israel.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot mengatakan negaranya mengambil langkah tersebut karena kondisi di Tepi Barat semakin memburuk akibat ekspansi permukiman dan kekerasan terhadap warga Palestina.

Para menteri luar negeri ke-12 negara menilai tindakan pemerintah Israel di Tepi Barat semakin merusak kemungkinan terwujudnya solusi dua negara. Mereka juga menyoroti keputusan Israel menerbitkan tender pembangunan di kawasan E1 yang dinilai berpotensi mengganggu kesinambungan wilayah Palestina.

Langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan perdagangan. Inggris juga mengumumkan rezim sanksi yang lebih luas terhadap pihak-pihak yang dianggap mendukung atau mengambil keuntungan dari perluasan permukiman.

Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menyebut negaranya tidak cukup hanya mengecam perkembangan tersebut, tetapi perlu mengambil tindakan.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Israel mengecam kebijakan tersebut. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyatakan langkah Inggris merupakan campur tangan terhadap urusan dalam negeri Israel. Israel kemudian mengumumkan penutupan konsulat Inggris di Yerusalem Timur serta sejumlah tindakan lain terhadap Inggris sebagai bentuk respons.

Ke-12 negara tersebut menegaskan pembatasan perdagangan itu ditujukan untuk mempertahankan kemungkinan terwujudnya negara Palestina berdampingan dengan Israel.

Mereka juga mendesak Israel menghentikan perluasan permukiman dan memastikan adanya pertanggungjawaban atas kekerasan yang dilakukan para pemukim terhadap warga Palestina. []

 

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda