Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - 5 jam yang lalu

5 jam yang lalu

16 Views ㅤ

Ilustrasi bendera Inggris dan Israel. [Foto: Depositphotos]

London, MINA – Pemerintah Inggris mengancam akan mengusir 27 israel/">diplomat Israel dari London menyusul keputusan Tel Aviv untuk menutup konsulat negara tersebut di wilayah pendudukan Yerusalem Timur.

Peringatan tersebut kabarnya disampaikan kepada para pejabat Israel melalui sebuah pesan yang dilihat oleh situs berita Israel, Ynet, Senin (5/10).

Jumlah israel/">diplomat Israel yang terancam diusir dari London tersebut setara dengan jumlah diplomat Inggris yang akan dipaksa meninggalkan Konsulat Jenderal Inggris jika Israel tetap melanjutkan rencana penutupan pada tanggal 8 Oktober.

Penutupan konsulat yang telah beroperasi sejak tahun 1838 ini merupakan bagian dari langkah balasan Israel terhadap Inggris atas sanksi baru yang diterapkan terhadap permukiman Israel.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Menteri Luar Negeri Ed Miliband mengumumkan langkah-langkah baru tersebut pada bulan September, yang mencakup larangan impor barang dari permukiman Israel. Pengumuman Miliband juga menegaskan pandangan London bahwa permukiman Israel adalah ilegal, sejalan dengan hukum internasional dan pedoman dari Mahkamah Internasional (ICJ) yang dikeluarkan pada bulan Juli 2024.

The New Arab bulan lalu melaporkan, sanksi baru tersebut tidak membedakan antara permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur, dan wilayah pendudukan di negara berdaulat lainnya, termasuk Dataran Tinggi Golan yang diduduki. Israel telah lama bersikeras Tepi Barat yang diduduki terpisah dari Yerusalem Timur yang diduduki, karena mereka mengklaim kedaulatan atas keseluruhan kota tersebut.

Menurut laporan tersebut, staf lokal di konsulat sudah berhenti bekerja di gedung itu, sementara para diplomat Inggris sedang bersiap untuk pergi. Sumber-sumber yang dikutip media Israel menyebutkan Inggris tidak menyangka akan adanya tanggapan keras semacam itu dari pihak Israel.

Langkah balasan Israel lainnya mencakup pengusiran perwakilan Inggris dari pusat koordinasi Gaza di Kiryat Gat, penghentian keterlibatan Inggris dalam pelatihan pasukan keamanan Palestina, serta pelarangan masuk ke Israel atau wilayah pendudukan Palestina bagi 11 anggota parlemen Inggris dan seorang pengacara.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Rencana penutupan konsulat ini terjadi di tengah hubungan antara London dan Tel Aviv yang terus diuji oleh perkembangan domestik di Inggris, di mana kritik terhadap Israel semakin sering muncul dalam diskusi politik arus utama. Dalam konferensi tahunan Partai Buruh pada akhir September, Miliband mengatakan kepada para anggota dan aktivis bahwa sikap mereka mengenai Palestina adalah “benar”, seraya mengakui kepemimpinan partai sebelumnya telah melakukan kesalahan.

Pada Ahad, Partai Hijau Inggris memutuskan untuk menjadi partai politik arus utama pertama di negara itu yang menganggap Zionisme sebagai bentuk rasisme, sebuah langkah yang memicu reaksi keras dari Tel Aviv.

Segera setelah pengumuman tersebut, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar memasukkan pemimpin Partai Hijau, Zack Polanski, ke dalam daftar politisi Inggris yang dilarang mengunjungi Israel dan wilayah Palestina yang diduduki. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda