Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

130 Perempuan dan Anak Perempuan Palestina Dipenjara Israel Sepanjang 2026

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:08 WIB

42 Views ㅤ

Perempuan Palestina di dalam penjara Israel. (Palinfo)

Yerusalem, MINA – Pusat Studi Tahanan Palestina mencatat bahwa 130 perempuan dan anak perempuan dari Tepi Barat dan Yerusalem telah dipenjara oleh otoritas pendudukan Israel sejak awal tahun 2026.

Penangkapan terhadap perempuan Palestina meningkat signifikan sejak 7 Oktober 2023, dengan total mencapai sekitar 800 kasus penangkapan. Palinfo melaporkan, Selasa (25/8).

Pusat tersebut menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari balas dendam dan hukuman kolektif, dengan sebagian besar tuduhan tidak jelas, termasuk unggahan di media sosial yang dikategorikan sebagai “hasutan”.

Statistik ini tidak mencakup tahanan perempuan dari Jalur Gaza karena ketidakpastian jumlah mereka dan masih berlangsungnya kejahatan penghilangan paksa.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan

Penangkapan Terbesar di Maret 2026

Sejumlah 31 penangkapan terjadi pada Maret lalu, menjadikannya kampanye penangkapan terbesar terhadap perempuan sepanjang tahun ini. Sebagian besar dari mereka adalah istri tahanan, istri syuhada, mantan tahanan, dan orang yang pernah dideportasi.

Pusat tersebut mencatat penangkapan terhadap tiga perempuan hamil sepanjang tahun ini:

  • Aminah Syahir At-Tawil (37 tahun, Qalqilya): hamil 4 bulan, ibu 4 anak. Dibebaskan setelah 4 bulan dalam kondisi kesehatan dan psikologis yang buruk.
  • Dana Anas Joudah (35 tahun, Nablus): hamil 5 bulan, ibu 1 anak. Dikenai penahanan administratif selama 6 bulan.
  • Manar Ibrahim Karajah (28 tahun, Ramallah): hamil 4 bulan, ibu 2 anak. Masih ditahan.

Penyiksaan di Penjara

Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel

Pusat hak asasi tersebut mendokumentasikan kondisi berat yang dialami para tahanan perempuan:

  • Penggerebekan rumah setelah tengah malam, perempuan dibawa keluar secara kasar di tengah tangisan anak-anak.
  • Mata ditutup, tangan diborgol, serta menjadi sasaran makian dan penghinaan.
  • Dipindahkan ke kamp interogasi di Penjara Hasharon, di mana mereka mengalami penyiksaan, perlakuan buruk, dan penghinaan untuk menghancurkan mental mereka.
  • Setelah interogasi, dipindahkan ke Penjara Damon, di mana praktik penindasan, kelaparan, pengabaian medis, pelecehan seksual, dan penggeledahan telanjang terus berlangsung.

Kunjungan keluarga telah terputus selama lebih dari 34 bulan, dan kebutuhan dasar seperti pakaian tidak disediakan.

Tahanan yang Sakit

Dari 91 tahanan perempuan yang masih ditahan, terdapat:

Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat

  • 2 anak perempuan berusia di bawah 18 tahun
  • 35 ibu dengan puluhan anak
  • 2 perempuan penderita kanker tanpa perawatan yang diperlukan
  • 1 tahanan penderita hepatitis
  • 1 perempuan lanjut usia penderita Alzheimer yang ditolak pembebasannya

Kasus Tahani Abu Samhan dari wilayah Palestina yang diduduki pada 1948 juga menjadi sorotan. Ia melahirkan bayi di Penjara Damon pada September 2025 setelah ditangkap saat hamil tujuh bulan dengan tuduhan hasutan. Ia dan bayinya masih ditahan di penjara yang sama.

Seruan kepada Lembaga Internasional

Pusat tersebut menilai bahwa apa yang dialami perempuan Palestina mengungkap standar ganda internasional terhadap hak-hak perempuan.

Mereka meminta lembaga-lembaga internasional untuk:

Baca Juga: Jelang Musim Dingin, PBB Peringatkan Krisis Pengungsian Gaza

  • Menjalankan tanggung jawab mereka
  • Menghentikan pelanggaran
  • Membebaskan para tahanan perempuan, terutama yang ditahan dengan tuduhan kosong dan tanpa dakwaan yang jelas

Terus Menyasar Warga

Pasukan pendudukan terus melakukan penggerebekan harian di berbagai wilayah Tepi Barat, disertai kampanye penangkapan besar-besaran yang menyasar warga Palestina, termasuk perempuan dan anak perempuan. Klub Tahanan Palestina mencatat 3.600 kasus penangkapan di Tepi Barat sejak awal tahun hingga 25 Juli 2026.

Jumlah tahanan di penjara pendudukan telah melebihi 9.400 tahanan, termasuk 3.244 tahanan administratif, tidak termasuk tahanan di kamp-kamp militer. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sembilan Warga Palestina Syahid dalam Serangan Terbaru Israel di Gaza

Rekomendasi untuk Anda