Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - 1 jam yang lalu

1 jam yang lalu

6 Views ㅤ

Aktivis kemanusiaan dr. Sarbini Abdul Murad menyampaikan seruan bela Palestina dalam Pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Ahad, 1 November 2026. (Foto: Sharus Shidieq/MINA)

Jakarta, MINA — Aktivis kemanusiaan dr. Sarbini Abdul Murad menyampaikan seruan bela Palestina dalam Pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Ahad (1/11).

Di hadapan ribuan peserta apel, ia mengajak seluruh hadirin untuk terus menguatkan komitmen membela Palestina dalam keadaan apa pun.

Sarbini membuka orasinya dengan merenungkan terik matahari yang menyengat di Lapangan Monas pagi itu. Menurutnya, panas yang dirasakan peserta tidak seberapa dibandingkan dengan kondisi yang dialami rakyat Gaza.

“Panas yang kita rasakan tidak seberapa dengan panasnya kondisi di Gaza,” ujarnya.

Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani

Sarbini menegaskan bahwa kehadiran ribuan peserta di Monas hari itu adalah untuk menguatkan komitmen membela Palestina dalam keadaan apa pun.

Ia mengakui bahwa bangsa Indonesia sedang tidak baik-baik saja, baik secara individu maupun bangsa. Namun, hal itu bukan alasan untuk berhenti peduli.

“Kehadiran kita hari ini untuk menguatkan komitmen kita membela Palestina dalam keadaan apapun. Walaupun kita sedang tidak baik-baik saja, baik secara individu maupun bangsa. Tapi itu bukan alasan,” tegasnya.

Diplomasi yang Lebih Konkret

Baca Juga: Ahmad Shobri Lubis, Ketua PA 212: Gaza Tetap Teguh, Palestina Segera Merdeka

Dokter Sarbini juga menyoroti peran pemerintah. Ia mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan upaya-upaya sistematis dalam diplomasi yang lebih konkret terhadap Palestina.

“Pemerintah perlu terus meningkatkan upaya-upaya sistematis dalam diplomasi yang lebih konkret,” ujarnya.

Sarbini mengingatkan bahwa korban di Palestina bukan hanya umat Muslim, tetapi juga non-Muslim. Karena itu, ia mengajak saudara-saudara non-Muslim di Indonesia untuk turut membantu Palestina dalam konteks kemanusiaan.

“Yang korban di Palestina bukan hanya muslim tapi juga nonmuslim, menjadi korban. Kita ajak juga saudara-saudara nonmuslim di Indonesia untuk membantu Palestina dalam konteks kemanusiaan,” tuturnya.

Baca Juga: Ketua PP Wanita Islam: Dari Monas Kita Ketuk Pintu Langit untuk Kemerdekaan Palestina

Di akhir orasinya, Sarbini memberikan pesan yang menggugah. Ia meyakinkan bahwa saudara-saudara di Palestina melihat perjuangan dan solidaritas yang ditunjukkan rakyat Indonesia.

“Yakinlah, saudara-saudara kita di Palestina melihat kita,” pungkasnya.

Orasi Sarbini menjadi pengingat bahwa solidaritas untuk Palestina adalah perjuangan kemanusiaan yang melampaui batas agama.

Dari Monas, suara itu bergema, bukan hanya untuk didengar dunia, tetapi juga untuk memastikan bahwa rakyat Palestina tidak pernah merasa sendiri. []

Baca Juga: Orasi Herman Budianto, Alumni Global Sumud Flotilla: Untuk Apa di Sini? Untuk Mendukung Palestina!

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda