Jakarta, MINA — Panggung Pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Ahad (1/11) sempat berubah ceria.
Annisa Theresia bersama anak-anak binaan Maqdisy Talent tampil membacakan puisi dan menyanyikan lagu perjuangan Palestina, menghadirkan suasana yang menyegarkan di tengah rangkaian acara yang penuh haru.
Annisa Theresia membaca puisi karyanya sendiri “Tempat Manusia Hebat”, dan anak-anak Maqdisy Talent menyanyikan lagu berjudul “Palestina Tercinta” yang ditulis oleh Kak Ojan.
Lagu itu dinyanyikan dengan ceria, disambut tepuk tangan dan senyum dari ribuan peserta apel yang memadati area Monas.
Baca Juga: Semeru Erupsi Dua Kali Hari Ini, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan
“Dunia menyebutnya Palestina. Nabiku Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam memanggilnya Baitul Maqdis. Dan Allah mengabadikannya sebagai Ardhul Muqaddasah. Tanah suci umat Islam,” Kak Tere, begitu disapa mengawali puisinya.
Ia melanjutkan, “Titik penuh berkah yang menghubungkan dengan tujuh lapis langit dengan Sidratul Muntaha.”
“Itulah manusia-manusia yang ada di Baitul Maqdis, dan tepi-tepinya, yang turun-temurun membangkitkan umat sebagai menjadi khaira umat. Mereka membangkitkannya dengan Thufanul Aqs,” teriaknya.
Kak Tere juga menyeru, “Di mana umat Islam ketika Al-Aqsa memanggil. Kami di sini akan tetap berdiri tegak berama Bumi Ribath, dari bumi Indonesia tempat para manusia hebat.”
Dengan ceria anak-anak Maqdisy Talent bersenandung, “Palestina tercinta, Palestina merdeka…”.
Lagu ceria, namun bersemangat, itu menggugah hadirin, “Aku selalu bermimpi, kita pergi ke negeri para Nabi, mengunjungi saudara, shalat berjamaah di Masjidil Aqsa”.
“Aku selalu berdoa untuk teman-teman di Palestina, mereka segera merdeka kembali sekolah.” lanjut anak-anak.
Dalam pernyataannya, Annisa Theresia menegaskan bahwa Baitul Maqdis adalah perjuangan lintas generasi. Karena itu, diperlukan kreativitas nyata untuk tetap melestarikan semangat pembelaan Baitul Maqdis pada generasi muslim saat ini.
Baca Juga: BPOM Ungkap Sejumlah Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin
“Puisi dan nasyid adalah dua cara efektif yang memudahkan orangtua untuk memupuk rasa cinta anak terhadap Al-Aqsha dan Palestina,” ungkapnya kepada MINA.
Ia juga menegaskan bahwa perjuangan melalui koridor seni seperti yang dilakukan Annisa Theresia dan anak-anak Maqdisy Talent bukanlah hal baru. Para sahabat Nabi pun telah menempuh jalan serupa.
“Sebut saja Hasan bin Tsabit, Abdullah bin Rawahah jenderal Perang Mu’tah, Ka’ab bin Malik, dan sahabiyah Khansa binti Amr,” jelasnya.
Bagian dari Rangkaian BSP 2026
Baca Juga: Yayasan Darussalam Kotawisata Dukung Bulan Solidaritas Palestina 2026
Penampilan Annisa Theresia bersama anak-anak Maqdisy Talent melengkapi rangkaian acara pembukaan BSP 2026 yang juga diisi dengan pembacaan puisi Asma Nadia, teatrikal santri Al-Fatah Cikampek, pengibaran bendera Merah Putih dan Palestina menggunakan paramotor di langit Monas, pembentangan bendera kolosal berukuran 50 x 9 meter, serta tarian tradisional Dabke oleh mahasiswa Universitas Pertahanan RI asal Palestina.
Acara ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan BSP 2026 yang akan berlangsung sepanjang November dengan tema “Penguatan Peran Advokasi Global menuju Pembebasan Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina.”
Melalui puisi, nasyid, dan kreativitas anak-anak, semangat pembelaan Baitul Maqdis terus diwariskan, dari generasi ke generasi, hingga kemerdekaan itu tiba. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Dugaan Kesalahan Prosedur Gerebek Ponpes, Anggota DPR Nasir Djamil Minta Mabes Polri Usut Tuntas
















Mina Indonesia
Mina Arabic