SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

50 Hari Isolasi, Jurnalis Muslimah Palestina Bushra Al-Taweel Disiksa di Penjara Israel

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Senin, 19 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:08 WIB

10 Views ㅤ

Jurnalis Muslimah Palestina Bushra Al-Taweel. (Quds Press)

Al-Quds, MINA — Jurnalis Muslimah Palestina Bushra Al-Taweel, telah menjalani penahanan isolasi selama sekitar 50 hari dan penyiksaan di penjara Israel.

Blok Jurnalis Palestina menyerukan kepada institusi hak asasi manusia, kemanusiaan, dan internasional untuk segera turun tangan menyelamatkan tahanan jurnalis Bushra Al-Taweel.

Dalam pernyataan pada Ahad (18/10), blok tersebut menyatakan keprihatinan mendalam atas dehidrasi tubuhnya, pemukulan, penyemprotan gas di dalam selnya, dan kekurangan kebutuhan paling dasar.

Mereka memperingatkan bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan psikologisnya.

Baca Juga: Hujan Musim Dingin Perburuk Krisis Pengungsian di Gaza

Pelanggaran HAM dan Jaminan Hukum

Kondisi ini menuntut tindakan mendesak untuk mengidentifikasi kondisi penahanannya, memastikan aksesnya ke layanan kesehatan yang diperlukan, dan menghentikan praktik yang melanggar martabat serta integritas fisik dan psikologisnya.

Blok Jurnalis Palestina menegaskan bahwa penargetan jurnalis Palestina melalui penangkapan, isolasi, pelecehan, dan pencabutan hak dasar merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan jaminan hukum bagi tahanan.

Mereka menuntut akuntabilitas dan tindakan serius untuk menghentikan praktik-praktik tersebut.

Baca Juga: Israel Buka Tender 1.080 Unit Permukiman Baru di Yerusalem Timur

Seruan kepada Dunia Internasional

Blok tersebut menyerukan kepada Federasi Jurnalis Internasional, Serikat Umum Jurnalis Arab, Komite Internasional Palang Merah (ICRC), dan Institusi hak asasi manusia, untuk segera turun tangan memeriksa kesehatan dan status psikologis Al-Taweel.

Mereka juga diminta bekerja mengakhiri isolasinya, memastikan perlindungannya dari serangan, dan membebaskannya segera.

Mereka juga menyerukan kepada media dan institusi jurnalistik untuk mengungkap kasusnya, menekankan bahwa melindungi jurnalis Palestina adalah tanggung jawab hukum, kemanusiaan, dan moral.

Baca Juga: Ben-Gvir Gunakan Kebencian terhadap Arab dan Islam sebagai Kampanye Pemilu

“Isolasi berkelanjutan dalam situasi ini memerlukan tindakan mendesak yang tidak dapat ditunda, agar ia dapat memperoleh kebebasan dan kembali ke keluarganya dengan selamat,” tegas Blok Jurnalis Palestina.

Ribuan Tahanan Palestina Menderita

Blok Jurnalis Palestina menuntut otoritas pendudukan bertanggung jawab atas keselamatan Al-Taweel. Mereka juga menyoroti situasi lebih luas: sekitar 9.350 tahanan, termasuk 350 anak-anak, menderita di penjara Israel.

Menurut organisasi hak asasi manusia Palestina, para tahanan mengalami penyiksaan, kelaparan, dan kelalaian medis, yang telah menyebabkan kematian puluhan orang. []

Baca Juga: Krisis Dana Paksa PBB Pangkas Bantuan Pangan bagi 500.000 Warga Gaza

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda