Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komdigi Sidak Meta, Pertanyakan Alasan Konten Palestina Cepat Hilang

sri astuti Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 6 Maret 2026 - 16:06 WIB

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:06 WIB

73 Views ㅤ

Menteri Komunikasi Digital RI Meutya Hafid. (Foto: Komdigi)

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Rabu (4/3) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Meta di Jakarta. Perusahaan tersebut merupakan induk dari sejumlah platform media sosial populer seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang memimpin langsung sidak itu mempertanyakan kebijakan konten Meta, salah satunya terkait konten mengenai Palestina yang dinilai cepat dihapus atau disensor. Ia menilai perlakuan tersebut berbeda dengan berbagai konten hoaks lain yang justru mudah beredar.

“Kenapa bagi isu-isu tertentu self-censorship dilakukan, tapi bagi hal-hal yang memang mengganggu di Indonesia seperti hoaks terkait kesehatan, hoaks terkait pemerintahan, atau hoaks yang mengadu domba masyarakat terkait SARA justru lambat ditangani. Tapi kalau urusan Palestina langsung hilang, kenapa bisa seperti itu? Apa penjelasannya?” ujar Meutya.

Ia juga mengungkapkan pengalamannya sendiri ketika mengunggah foto saat berada di Palestina yang menurutnya tidak lama kemudian dihapus oleh Meta.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Sidak tersebut dilakukan sebagai respons atas rendahnya tingkat kepatuhan platform di bawah naungan Meta dalam menangani berbagai konten bermasalah di Indonesia, seperti judi online, disinformasi, fitnah, serta konten kebencian.

Melalui sidak ini, Menkomdigi memberikan peringatan keras kepada Meta agar meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi nasional yang berlaku. Meutya menegaskan bahwa langkah ini diambil setelah berbagai upaya komunikasi formal dan persuasif sebelumnya dinilai belum membuahkan hasil optimal.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Meta menyatakan akan menindaklanjuti masukan yang disampaikan pemerintah. Kepala Kebijakan Publik Meta Indonesia, Berni Moestafa, menyatakan pihaknya akan mengevaluasi dan menindaklanjuti pembahasan dalam pertemuan tersebut.

“Kami sudah memberikan komitmen untuk menindaklanjuti apa yang tadi sudah dibicarakan dan disampaikan oleh Ibu Menteri,” kata Berni.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Komdigi menyatakan akan menunggu laporan resmi dan komitmen lanjutan Meta sebelum menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan tindakan administratif jika tingkat kepatuhan tidak segera ditingkatkan. []

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia