Gaza, MINA – Gerakan Hamas menyampaikan apresiasi terhadap misi kedua Global Sumud Flotilla yang bertujuan mematahkan blokade Zionis Israel di Jalur Gaza, sebagai bentuk solidaritas internasional terhadap rakyat Palestina.
Dalam pernyataan resmi pada Senin (13/4) malam, Hamas memuji para peserta Global Sumud Flotilla yang terdiri dari ratusan aktivis internasional.
Mereka menilai partisipasi dalam misi untuk mematahkan blokade Zionis Israel di Gaza sebagai bentuk nyata komitmen terhadap nilai keadilan dan kemanusiaan.
Hamas menegaskan bahwa keikutsertaan hampir 1.000 aktivis sukarelawan dari puluhan negara dalam Global Sumud Flotilla menunjukkan kegagalan kebijakan Zionis Israel dalam mencegah upaya menembus blokade Gaza.
Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS
“Partisipasi para aktivis dalam Global Sumud Flotilla untuk mematahkan blokade Zionis Israel di Gaza menggarisbawahi keadilan perjuangan Palestina dan hak rakyat Palestina untuk hidup bermartabat,” demikian pernyataan Hamas.
Blokade Zionis Israel di Gaza yang telah berlangsung bertahun-tahun dinilai sebagai penyebab utama krisis kemanusiaan yang terus memburuk.
Oleh karena itu, Hamas menyerukan peningkatan upaya internasional untuk mematahkan blokade Zionis Israel di Gaza dan membuka akses bantuan kemanusiaan.
Selain itu, Hamas juga mendesak komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk memberikan perlindungan terhadap Global Sumud Flotilla.
Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru
Mereka meminta agar tidak ada upaya pencegatan oleh pasukan Zionis Israel terhadap misi kemanusiaan tersebut.
Global Sumud Flotilla sendiri merupakan inisiatif yang dibentuk pada 2025 oleh jaringan LSM, aktivis, dan relawan dari berbagai negara.
Misi keduanya diluncurkan dari pelabuhan Barcelona, Spanyol, pada Ahad (12/4), dengan tujuan utama menembus blokade Zionis Israel di Gaza.
Dalam pelayaran terbaru ini, Global Sumud Flotilla mengerahkan sekitar 70 kapal dan hampir 1.000 relawan dari 70 negara, meningkat signifikan dibanding misi sebelumnya yang hanya melibatkan 42 kapal dan 462 peserta.
Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel
Juru bicara Global Sumud Flotilla, Pablo Castilla, menyatakan bahwa misi ini bertujuan untuk mengecam keterlibatan internasional dalam krisis Gaza, menuntut pertanggungjawaban, serta membuka koridor kemanusiaan bagi warga Palestina melalui jalur laut dan darat.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS akan Hentikan Bantuan untuk Israel Akhir Tahun Ini
















Mina Indonesia
Mina Arabic