Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rights Center Peringatkan Krisis Air di Gaza Telah Capai Tingkat Bencana

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Ahad, 28 Juni 2026 - 08:35 WIB

Ahad, 28 Juni 2026 - 08:35 WIB

56 Views

Warga menanti pasokan air bersih (foto: IG)

Gaza, MINA – Lembaga Hak Asasi Gaza (Gaza Rights Center/GRC) memperingatkan, sistem air di Jalur Gaza nyaris runtuh total. Serangan Israel yang terus berlangsung, penghancuran infrastruktur, serta pemblokiran bahan bakar dan peralatan penting telah membuat lebih dari dua juta warga Palestina harus bertahan di tengah musim panas yang sangat terik.

Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu (26/6), GRC menyebutkan bahwa suhu di dalam tenda-tenda pengungsian dan tempat penampungan kini mencapai lebih dari 40 derajat Celsius. Ratusan ribu keluarga kekurangan air bersih, bahkan untuk kebutuhan minum sekalipun.

“Krisis kemanusiaan dan dahaga yang melanda Gaza adalah akibat dari kebijakan Israel yang disengaja untuk menghancurkan fondasi kehidupan sipil, terutama sistem air dan sanitasi. Hal ini menciptakan lingkungan yang tak layak huni dan mengancam penyebaran penyakit serta wabah,” demikian pernyataan GRC, yang dikutip Palestine Information Center.

Data yang dihimpun GRC menunjukkan bahwa rata-rata ketersediaan air per orang di Gaza turun drastis. Sebelum Oktober 2023, setiap orang masih bisa mendapatkan sekitar 80 liter per hari. Kini, di sebagian besar wilayah, jumlahnya hanya antara 3 hingga 6 liter per hari, bahkan di beberapa tempat tidak sampai 2 liter. Angka ini jauh di bawah standar minimum darurat WHO yang menetapkan 15 liter per orang per hari.

Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera

GRC juga mengutip data organisasi kemanusiaan internasional yang menyebutkan bahwa lebih dari 80 persen jaringan air dan sanitasi di Gaza telah hancur atau rusak parah akibat pemboman Israel. Lebih dari 1.675 kilometer pipa air dan limbah rusak atau hancur. Sebagian besar fasilitas desalinasi, pompa, dan pengolahan air kini berhenti beroperasi.

“Air yang berhasil dipompa pun banyak yang terbuang karena jaringan distribusi rusak parah. Sementara itu, sebagian besar air tanah tidak layak minum karena kadar garam yang tinggi dan kontaminasi limbah,” tambah GRC.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda