Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korek Api Jadi Barang Langka dan Mahal di Gaza Akibat Blokade

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 19 Juli 2026 - 07:58 WIB

Ahad, 19 Juli 2026 - 07:58 WIB

27 Views

Tukang reparasi korek api di Gaza (foto: Wafa)
Tukang reparasi korek api di Gaza (foto: Wafa)

Gaza, MINA – Di tengah perang dan blokade Israel, korek api sekali pakai yang dulu murah kini menjadi barang langka dan berharga di Jalur Gaza, demikian dikutip dari Wafa, Sabtu (18/7).

Sebelum perang, tiga korek api bisa dibeli hanya dengan satu shekel. Kini, satu korek api bisa berharga antara 90 hingga 100 shekel. Kelangkaan ini memunculkan profesi baru tukang reparasi korek api.

Abdul Rahman Abu Lebda, 53 tahun, pengungsi asal Rafah yang tinggal di tenda barat Khan Younis, kini sehari-hari memperbaiki korek api rusak. Ia membongkar, mengganti komponen kecil, lalu merakitnya kembali. Suku cadang diambil dari korek bekas yang dibelinya seharga 10–20 shekel.

Karena gas isi ulang khusus tidak tersedia, ia menggunakan gas memasak sebagai pengganti. Biaya isi ulang lima shekel, ganti batu api tujuh shekel, lebih murah daripada membeli baru.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Banyak warga lebih memilih memperbaiki korek daripada membeli baru karena mahal dan sulit didapat. Bahkan, sebagian orang rela berjalan dari tenda ke tenda hanya untuk meminjam korek demi menyalakan api untuk memasak dan merebus air.

Ibtisam Al-Agha, seorang janda beranak empat mengaku harus menghemat uang untuk membeli satu korek seharga 90 shekel. Karena sering dipinjam tetangga, koreknya cepat rusak dan harus diperbaiki berulang kali.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Eropa
Internasional