Madrid, MINA – Kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah di Spanyol terus meluas hingga menghanguskan hampir 25.000 hektare lahan.
Kobaran api yang dipicu cuaca panas ekstrem dan angin kencang itu memaksa ribuan warga mengungsi, sementara ratusan petugas pemadam kebakaran masih berjibaku mencegah api merambat ke kawasan permukiman. Anadolu melaporkan, Sabtu (25/7).
Pemerintah Spanyol menyatakan wilayah Castilla-La Mancha, terutama kawasan Sierra Norte di Provinsi Guadalajara, menjadi daerah yang paling terdampak.
Kebakaran yang mulai terjadi beberapa hari lalu telah membakar area hutan, padang rumput, dan kawasan konservasi dengan perimeter api mencapai sekitar 120 kilometer.
Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon
Sedikitnya 1.200 warga dari puluhan desa dievakuasi sebagai langkah antisipasi karena kobaran api terus bergerak mengikuti arah angin.
Otoritas setempat mengerahkan ribuan personel, didukung helikopter dan pesawat pemadam kebakaran, untuk mengendalikan titik-titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Pemerintah daerah menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama, sementara upaya pemadaman difokuskan agar api tidak menjalar ke kawasan berpenduduk maupun infrastruktur vital. Kondisi cuaca yang masih panas dan kering membuat proses pemadaman menghadapi tantangan besar.
Kebakaran kali ini menjadi salah satu yang terbesar di Spanyol sepanjang 2026. Sejak awal tahun, negara itu telah berkali-kali dilanda kebakaran hutan akibat gelombang panas yang melanda Eropa Selatan.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Kombinasi suhu di atas normal, kelembapan yang rendah, serta angin kencang menyebabkan api lebih cepat menyebar dan sulit dikendalikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Selain menimbulkan kerusakan lingkungan, kebakaran tersebut juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Kawasan Sierra Norte yang dikenal sebagai destinasi wisata alam mengalami pembatalan kunjungan wisata, sementara sektor peternakan dan kehutanan diperkirakan akan menanggung kerugian besar.
Pemerintah daerah telah menyiapkan program pemulihan lingkungan dan rehabilitasi kawasan setelah kebakaran berhasil dipadamkan.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Badan iklim Uni Eropa sebelumnya memperingatkan bahwa Eropa merupakan kawasan yang mengalami pemanasan paling cepat dibandingkan benua lain, sehingga risiko kebakaran hutan diperkirakan akan semakin meningkat.
Kondisi tersebut mendorong negara-negara Eropa memperkuat koordinasi penanganan bencana, termasuk melalui pengerahan armada udara lintas negara dan peningkatan sistem peringatan dini guna meminimalkan korban jiwa serta kerusakan lingkungan di masa mendatang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic