Paris, MINA – Kebakaran hutan yang melanda wilayah selatan Prancis terus meluas dengan luas area terdampak mencapai lebih dari 700 hektare. Kobaran api yang dipicu cuaca panas dan angin kencang itu memaksa ratusan warga dievakuasi serta mendorong otoritas mengerahkan operasi pemadaman dalam skala besar.
Kebakaran terbesar bermula di kawasan Beaufort, wilayah Herault, sebelum merambat ke departemen Aude. Anadolu melaporkan, Kamis (2/7).
Akibat penyebaran api yang cepat, sebagian warga di desa Pouzols-Minervois dan Mailhac dievakuasi, sementara penduduk di sejumlah wilayah lain diminta tetap berada di rumah demi keselamatan hingga situasi dinyatakan aman.
Untuk mengendalikan kebakaran, otoritas Prancis mengerahkan lebih dari 280 petugas pemadam kebakaran, sekitar 30 personel gendarmerie, 11 tim khusus pemadam hutan, enam pesawat pengebom air, serta satu helikopter.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi kebakaran juga ditutup guna memperlancar operasi pemadaman dan mencegah risiko bagi masyarakat.
Di saat bersamaan, kebakaran terpisah juga terjadi di kota Frejus, wilayah Var, yang menghanguskan sekitar 30 hektare hutan. Hampir 200 petugas pemadam bersama puluhan kendaraan operasional, tiga pesawat pemadam, dan tiga helikopter diterjunkan ke lokasi.
Sebagai langkah antisipasi, tiga kawasan perkemahan dievakuasi dan sebagian warga untuk sementara dipindahkan ke gedung sekolah yang dijadikan tempat penampungan.
Menurut platform pemantauan kebakaran hutan Feux de Forêt, saat ini terdapat sedikitnya 23 titik kebakaran vegetasi aktif di wilayah selatan Prancis.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Sementara itu, badan meteorologi nasional Météo-France telah menetapkan tingkat peringatan kebakaran tertinggi di sejumlah wilayah karena gelombang panas ekstrem, kelembapan udara yang rendah, dan angin kencang meningkatkan potensi meluasnya kebakaran.
Dalam beberapa pekan terakhir, sebagian besar wilayah Eropa Barat dilanda gelombang panas dengan suhu yang melampaui rata-rata musiman.
Perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem, termasuk kebakaran hutan. Pemerintah Prancis pun mengimbau masyarakat menghindari aktivitas yang dapat memicu api serta mematuhi seluruh instruksi layanan darurat selama musim panas masih berlangsung. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic