Teheran, MINA – Pemerintah Iran menegaskan, perang dengan Amerika Serikat (AS) masih terus berlangsung sehingga belum memungkinkan kedua negara kembali ke meja perundingan.
Teheran menilai situasi keamanan dan politik saat ini belum kondusif untuk memulai kembali proses negosiasi yang sempat terhenti akibat pelanggaran AS. Anadolu melaporkan, Senin (27/7).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan pertukaran pesan antara Teheran dan Washington tetap berjalan melalui jalur yang tersedia.
Namun, menurutnya, prioritas utama pemerintah Iran saat ini adalah menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan rakyat di tengah ancaman yang masih dihadapi.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Baqaei juga menuduh Amerika Serikat telah merusak peluang diplomasi melalui aksi militernya yang dinilai menghancurkan fondasi kepercayaan untuk melanjutkan perundingan.
Baqaei menyebut serangan-serangan terbaru AS merupakan kelanjutan dari apa yang disebutnya sebagai “perang ilegal” terhadap Iran.
Ia menegaskan Teheran tetap berkomitmen menjaga keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz, tetapi tidak akan membiarkan jalur strategis tersebut dimanfaatkan untuk mengancam keamanan nasional Iran.
Menurut Baqaei, operasi militer yang dilakukan AS dan Israel dalam beberapa bulan terakhir telah meningkatkan ketegangan regional dan mempersempit ruang bagi penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Ia juga menilai negara-negara Eropa gagal memenuhi komitmen mereka dalam kesepakatan nuklir 2015 setelah AS menarik diri secara sepihak dari perjanjian tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic