Islamabad, MINA – Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengapresiasi kemajuan dalam upaya mewujudkan perdamaian di Jalur Gaza. Ia menyatakan perkembangan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mengakhiri konflik berkepanjangan sekaligus membuka jalan bagi terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina.
Dalam pernyataannya, Sabtu (1/8) Sharif menyambut positif inisiatif yang tengah diupayakan para mediator internasional, termasuk kesepakatan mengenai mekanisme pelucutan senjata sebagai bagian dari proses menuju penghentian perang.
Menurutnya, seluruh pihak perlu menunjukkan komitmen agar setiap kesepakatan dapat diimplementasikan secara nyata. Pakistan Today melaporkan.
Perdana Menteri Pakistan juga menegaskan bahwa proses perdamaian harus disertai penghentian serangan militer, penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta perlindungan terhadap warga sipil yang selama ini menjadi korban konflik di Gaza.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Sharif kembali menegaskan dukungan Pakistan terhadap pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan solusi dua negara, dengan Al-Quds Timur sebagai ibu kotanya.
Ia menyebut penyelesaian politik yang adil merupakan satu-satunya jalan untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.
Sejak konflik Gaza kembali memanas, Pakistan secara konsisten menyerukan gencatan senjata permanen dan penyelesaian sengketa melalui jalur diplomasi.
Islamabad juga aktif mendukung berbagai upaya internasional yang bertujuan menghentikan penderitaan rakyat Palestina serta memastikan penghormatan terhadap hukum internasional.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Pernyataan Shehbaz Sharif menambah dukungan dari komunitas internasional terhadap proses perdamaian di Gaza.
Meski demikian, berbagai pihak menilai keberhasilan upaya tersebut akan sangat bergantung pada kesediaan semua pihak untuk mematuhi kesepakatan, menghentikan kekerasan, dan mengedepankan dialog sebagai jalan penyelesaian konflik. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
















Mina Indonesia
Mina Arabic