Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erupsi Gunung Anak Krakatau Melandai, Suplai Magma Masih Berlangsung

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 12 September 2026 - 13:23 WIB

Sabtu, 12 September 2026 - 13:23 WIB

323 Views ㅤ

Erupsi Gunung Anak Krakatau (FB)

Pandeglang, MINA – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mulai menurun, namun Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mewaspadai pergerakan dan suplai magma dari bagian dalam gunung api tersebut.

Kepala Badan Geologi ESDM Lana Saria mengatakan perubahan aktivitas terjadi setelah Anak Krakatau mengalami satu episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam pada 4-6 September 2026. Setelah episode tersebut berakhir, aktivitas permukaan berangsur melandai dan berubah menjadi erupsi Strombolian.

Badan Geologi mencatat sebanyak 14 kali erupsi Strombolian setelah episode erupsi menerus berakhir. Erupsi jenis ini berupa letupan berkala akibat pelepasan gas dari magma dan dapat menghasilkan lontaran material pijar serta abu vulkanik di sekitar kawah.

Meski aktivitas permukaan cenderung menurun, kondisi kegempaan belum sepenuhnya mereda. Gempa frekuensi rendah serta gempa hibrida atau fase banyak masih berfluktuasi dengan kecenderungan menurun, sedangkan gempa vulkanik tercatat meningkat dibandingkan kondisi rata-ratanya.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Menurut Badan Geologi, peningkatan gempa vulkanik dalam menjadi indikasi masih berlangsungnya pergerakan atau suplai magma dari bagian yang lebih dalam. Kondisi tersebut membuat potensi terjadinya erupsi kembali masih tinggi meskipun intensitas erupsi di permukaan telah menurun.

Berdasarkan evaluasi hingga Jumat (11/9) pukul 06.00 WIB, status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga. Pemantauan masih dilakukan melalui stasiun yang berfungsi, pengamatan visual, serta sejumlah parameter lainnya.

Badan Geologi juga menyiapkan pemeriksaan, perbaikan, dan penggantian sejumlah peralatan pemantauan yang terdampak aktivitas erupsi. Pengerjaannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi gunung api, cuaca, dan keselamatan petugas.

Dengan status Siaga, masyarakat, wisatawan, nelayan, dan pelaku pelayaran diminta tidak mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Bahaya yang perlu diwaspadai meliputi lontaran material pijar, abu vulkanik, serta kemungkinan awan panas di sekitar tubuh gunung. []

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Indonesia
Satu ABK Kapal Pembawa 5 Jurnalis Ditemukan di Pulau Enggano Bengkulu
Indonesia
Artikel
Indonesia