Jakarta, MINA – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi dua kali pada Senin (5/10) malam. Aktivitas tersebut menghasilkan abu vulkanik yang terpantau bergerak ke arah barat laut.
Berdasarkan laporan BMKG, erupsi pertama terjadi pada pukul 20.13 WIB, kemudian disusul erupsi kedua pada pukul 20.28 WIB. Abu vulkanik terpantau hingga ketinggian sekitar 9.000 kaki atau 2,7 kilometer di atas permukaan laut.
Forecaster BMKG Maritim Lampung, Eka Suci Puspita, mengatakan abu vulkanik bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 9 kilometer per jam. Sementara laporan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin pada pukul 20.40 WIB mendeteksi abu pada ketinggian yang sama dengan pergerakan sekitar lima knot.
Badan Geologi mencatat erupsi kedua terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 33 milimeter dan durasi sekitar 61 detik. Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Level II atau Waspada. Status tersebut ditetapkan Badan Geologi sejak 21 September 2026 setelah sebelumnya berada pada Level III atau Siaga akibat peningkatan aktivitas vulkanik. Pemerintah tetap mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.
BMKG mengingatkan masyarakat dan pengguna jasa penerbangan agar mengikuti perkembangan informasi resmi karena arah dan jangkauan sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti kondisi angin di atmosfer.
Pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak erupsi terhadap keselamatan masyarakat dan penerbangan di sekitar Selat Sunda. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic