Lamsel, MINA – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, meningkat. Pada Ahad (11/10), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status gunung api tersebut pada Level III atau Siaga dan melarang masyarakat beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Kepala PVMBG Siti Sumilah Rita Susilawati menjelaskan, peningkatan status menjadi Siaga tidak serta-merta berarti akan terjadi tsunami.
Peningkatan status dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) dilakukan pada 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Kebijakan tersebut diambil setelah aktivitas vulkanik gunung api menunjukkan peningkatan dan memerlukan pengawasan lebih ketat.
Berdasarkan laporan pengamatan, pukul 06.00–12.00 WIB, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terekam melalui instrumen pemantauan.
Baca Juga: Tiga Kabupaten Aceh Hadapi Ancaman Hujan Tinggi hingga 10 November
Petugas mencatat enam kali gempa hembusan, dua kali gempa frekuensi rendah, serta 21 kali gempa hybrid atau fase banyak.
Secara visual, gunung api tersebut terpantau jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang teramati mencapai ketinggian sekitar 5–50 meter di atas puncak.
Kepala PVMBG Siti Sumilah Rita Susilawati menjelaskan, peningkatan status menjadi Siaga tidak serta-merta berarti akan terjadi tsunami.
Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Banten dan Lampung, diminta tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Baca Juga: Banjir Aceh Meluas, Belasan Desa Terendam dan Warga Mengungsi
PVMBG mengingatkan adanya potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava apabila aktivitas erupsi berlanjut. Masyarakat, nelayan, wisatawan, dan pendaki dilarang memasuki kawasan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Aktivitas juga dilarang dalam radius 1 kilometer dari pulau baru yang terbentuk di sektor barat laut dan tenggara gunung tersebut.
Masyarakat diimbau mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi PVMBG, MAGMA Indonesia, serta arahan pemerintah daerah dan BPBD setempat. Warga pesisir Banten dan Lampung juga diminta tetap waspada tanpa terpancing kabar yang tidak dapat dipastikan kebenarannya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Naik Tipis, Senin 2 November 2026
















Mina Indonesia
Mina Arabic