Banten, MINA — Satu jenazah Anak Buah Kapal (ABK) pembawa lima jurnalis yang meliput di Gunung Anak Krakatau ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Polda Banten memastikan jenazah yang ditemukan merupakan Surakman. Identitas tersebut dipastikan melalui pemeriksaan DNA oleh Tim DVI Pusdokkes Polri.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki pada Rabu (23/9) mengatakan jenazah dengan kode pemeriksaan PM/62/P.Enggano/01 teridentifikasi secara genetik sebagai Surakman, yang merupakan ayah biologis Yayan. Jenazah sebelumnya ditemukan tanpa identitas di pesisir Pulau Enggano pada Sabtu (12/9).
KM Arupadatu I membawa delapan orang, terdiri atas lima jurnalis, kapten kapal, seorang ABK, dan seorang pemandu. Rombongan tersebut berangkat pada 7 September 2026 untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda dan dilaporkan hilang kontak sehari kemudian.
Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut masing-masing M Bagus Khoerunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, serta Donal Husni, jurnalis lepas. Hingga kini, polisi belum dapat memastikan kondisi tujuh korban lainnya berdasarkan identifikasi jenazah tersebut.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Sebelumnya, jenazah ditemukan warga dan kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani autopsi serta pemeriksaan identifikasi. Tim DVI mencocokkan data antemortem dari keluarga delapan korban dengan data postmortem jenazah melalui pemeriksaan sidik jari, gigi, dan DNA.
Operasi pencarian terhadap rombongan tersebut sebelumnya telah dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari. Penemuan dan identifikasi jenazah Surakman menjadi perkembangan terbaru dalam upaya mengungkap keberadaan tujuh korban lainnya yang masih belum diketahui. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic