Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenkes: Karhutla Picu 174 Ribu Kasus ISPA, Balita Paling Banyak Terdampak

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 22 September 2026 - 20:58 WIB

Selasa, 22 September 2026 - 20:58 WIB

78 Views ㅤ

Kasus ISPA balita (foto: IST)

Jakarta, MINA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 174.694 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak 18 Agustus hingga 21 September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40.363 kasus dialami anak balita.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes Then Suyanti pada Selasa (22/9) mengatakan, berdasarkan pemantauan terbaru masih terdapat 4.533 kasus ISPA yang tercatat. Sementara sebagian besar pasien lainnya telah dinyatakan sembuh atau kembali dalam kondisi sehat.

Kasus tersebut berasal dari tujuh provinsi yang menjadi wilayah prioritas penanganan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Paparan asap karhutla dapat menimbulkan gangguan pernapasan, iritasi mata, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan lain, terutama pada kelompok rentan.

Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani

Kemenkes sebelumnya telah mengerahkan 1.898 tenaga kesehatan ke tujuh provinsi tersebut dan menyiagakan 1.691 puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, serta 87 laboratorium kesehatan masyarakat. Bantuan yang didistribusikan antara lain masker, konsentrator oksigen, tabung oksigen, obat-obatan, dan vitamin.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker. Anak-anak, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan seperti asma dan penyakit jantung menjadi kelompok yang perlu mendapat perlindungan lebih selama paparan asap karhutla.

Selain penanganan medis, Kemenkes melakukan pemantauan kualitas udara dan perkembangan penyakit terkait karhutla.

Pemerintah daerah juga diminta memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan serta mempertimbangkan pembelajaran jarak jauh ketika kondisi udara memburuk guna mengurangi paparan asap terhadap anak-anak. []

Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda