Gaza, MINA — Kelompok pejuang Hamas membantah pernyataan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres yang menyebut peristiwa 7 Oktober 2023 sebagai “terorisme mengerikan dan berskala besar”, seraya menilai pernyataan tersebut mengadopsi narasi Zionis Israel dan mengabaikan konteks sejarah Palestina.
Dalam pernyataannya, Hamas menyebut keterangan Guterres mengandung “kekeliruan yang telah terbukti tidak benar” serta mengabaikan fakta-fakta yang ada. Melansir Middle East Monitor, Rabu (7/10).
Hamas meminta Sekjen PBB tersebut mencabut apa yang mereka sebut sebagai informasi yang keliru.
Hamas juga mengkritik kalimat Guterres dalam menggambarkan agresi militer Zionis Israel di Gaza dan dampaknya terhadap rakyat Palestina.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Guterres sebelumnya mengatakan warga sipil sengaja menjadi sasaran dalam serangan 7 Oktober 2023 dan merujuk pada laporan kekerasan seksual serta perlakuan buruk terhadap sandera Israel.
Guterres juga menyampaikan penderitaan besar yang dialami rakyat Palestina di Gaza akibat agresi Israel, termasuk korban jiwa dalam jumlah besar, pengungsian dan kehancuran luas.
Hamas menolak tuduhan terkait penargetan warga sipil, kekerasan seksual dan perlakuan terhadap sandera Israel.
Hamas menyatakan sejumlah laporan hak asasi manusia, investigasi jurnalistik dan bukti lainnya telah membantah narasi tersebut.
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
Hamas menyebut pernyataan Guterres sebagai bentuk penerimaan terhadap “narasi Zionis yang palsu dan menyesatkan”.
Kelompok tersebut menilai pernyataan itu mengabaikan konteks sejarah berupa penjajahan, blokade dan berbagai pelanggaran terhadap rakyat Palestina, tanah mereka, tempat-tempat suci serta para tahanan.
Hamas juga menegaskan bahwa rakyat Palestina memiliki hak untuk membela diri dan melakukan perlawanan terhadap penjajahan Zionis Israel berdasarkan hukum internasional.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic