Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan Israel Paksa Ribuan Warga Palestina Tinggalkan Hebron

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:42 WIB

19 Views

Pasukan pendudukan Israel melakukan ekspansi ke wilayah negara lain .(Foto: Quds Press)

Ramallah, MINA – Pasukan penjajah Israel memaksa sekitar 1.500 warga Palestina meninggalkan rumah mereka di kawasan Deir Bahha dan al-Jalda, Hebron. Otoritas Israel juga dilaporkan berencana mengusir 2.500 warga lainnya dalam beberapa jam berikutnya di tengah serangan yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

Gubernur Hebron, Khaled Dudin, mengatakan kepada WAFA, Sabtu (24/10), eskalasi serangan Israel telah menyebabkan lebih dari 200 keluarga kehilangan tempat tinggal. Ia menyerukan intervensi internasional dan langkah hukum mendesak untuk menghentikan pelanggaran yang dilakukan Israel.

Dudin mengatakan pemerintah provinsi bersama lembaga lokal dan komunitas suku tengah membentuk komite manajemen krisis untuk membantu warga yang mengungsi dan mereka yang terdampak. Status darurat juga telah diberlakukan pada Jumat.

Pengetatan pembatasan militer Israel di Hebron turut menghambat pergerakan warga. Pasukan Israel memblokir persimpangan dan jalan utama menuju Desa Kharsa menggunakan gundukan tanah dan blok beton, sehingga akses menuju sejumlah desa dan komunitas terputus.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan

Pasukan Israel juga menutup beberapa pintu masuk Kamp Pengungsi al-Arroub yang menjadi jalur menuju Provinsi Bethlehem. Seluruh pintu masuk dan jalan di Hebron selatan turut ditutup, sementara gerbang besi di kawasan tersebut disegel secara permanen.

Sejak Jumat (23/10), pasukan Israel terus melancarkan operasi di Hebron dengan membongkar bangunan dan toko komersial di kawasan Farsh al-Hawa, menyerbu serta menggeledah rumah-rumah, menangkap sedikitnya 13 warga Palestina dan menutup akses menuju kota, desa, permukiman kecil, serta kamp pengungsi.

Akibat pengusiran tersebut, sejumlah keluarga terpaksa bermalam di luar rumah setelah dievakuasi. Media Israel melaporkan bahwa pasukan Israel mulai mengambil alih bangunan di kota itu untuk memperkuat kendali atas jalan yang menuju permukiman Israel.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel

Rekomendasi untuk Anda