Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga Minyak Dunia Turun Tipis usai Pertemuan Saudi, Turkiye, Pakistan, dan Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:49 WIB

26 Views ㅤ

Ilustrasi minyak dunia (foto: Fpik)

Jakarta, MINA – Harga minyak dunia terkoreksi tipis pada Selasa (27/10) setelah muncul harapan penyelesaian perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meski begitu, harga masih bertahan di dekat level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Harga minyak mentah Brent turun 66 sen atau 0,57 persen menjadi US$115,15 per barel. Adapun minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 44 sen atau 0,43 persen menjadi US$101,32 per barel. Anadolu melaporkan.

Pekan lalu, Brent sempat menembus US$117 per barel, level tertinggi sejak April, setelah serangkaian serangan Iran terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz, dan kembali menyentuh angka itu pada Senin (26/10).

Pelemahan harga dipicu pertemuan pejabat Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan dengan pihak Iran di Teheran pada Senin (26/10). Arab Saudi menyatakan kunjungan tersebut bertujuan membuka jalur negosiasi guna mencegah kembalinya eskalasi militer.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Media pemerintah Iran melaporkan para pihak sepakat melanjutkan pembicaraan untuk memperkuat kerja sama perdamaian dan keamanan.

Namun penurunan harga terbatas karena prospek damai dinilai masih rapuh. Serangan terbaru kelompok Houthi di Yaman terhadap Arab Saudi, salah satu produsen minyak terbesar dunia, mengurangi harapan akan stabilitas dalam waktu dekat di Timur Tengah.

Pada pekan lalu, Houthi menyerang Bandara Internasional King Fahd di Dammam dan sebuah fasilitas milik Saudi Aramco di ladang Shaybah.

Di sisi lain, sejumlah kilang minyak Rusia meningkatkan produksi solar pada Oktober setelah pemerintah memberi kuota ekspor, menyusul kesepakatan pasokan antara Kremlin dan AS, menurut dua sumber industri.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Perang AS-Iran yang pecah pada 28 Februari 2026 dan ketegangan di Selat Hormuz sejak itu menjadi faktor utama yang menopang harga minyak. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda