Al-Khalil, MINA – Memasuki hari keenam pada Rabu (28/10), Pasukan penjajah Israel melakukan agresi militer di Kota al-Khalil (Hebron), Tepi Barat selatan. Mereka menerapkan penutupan kawasan permukiman secara luas, penggerebekan rumah, penangkapan sewenang-wenang, penyerangan, penggusuran ratusan keluarga, serta pembatasan pergerakan yang ketat di dalam dan sekitar kota.
Menurut pemerintah kota al-Khalil, pasukan penjajah Israel telah menggusur 4.969 warga Palestina yang terdiri dari 780 keluarga dari rumah mereka di kawasan Jalda dan Deir Baha sejak agresi dimulai.
Wali Kota al-Khalil, Yousef al-Jaabari, pada Selasa mengatakan bahwa pasukan Israel melakukan penghancuran besar-besaran terhadap rumah, jalan, serta jaringan air dan limbah, dan menutup sejumlah pabrik selama kampanye militer mereka di kota tersebut.
Al-Jaabari menambahkan, pasukan Israel merusak rumah-rumah setelah menggusur penghuninya secara paksa dengan dalih mencari senjata. Ia menegaskan bahwa dampak kerusakan secara menyeluruh baru akan diketahui setelah pasukan Israel menarik diri dari kawasan terdampak.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Sementara itu, pasukan Israel telah menculik lebih dari 90 warga Palestina dan menahan lebih dari 250 lainnya untuk diinterogasi di kota tersebut.
Israel juga memberlakukan pembatasan ketat terhadap akses ke Kota al-Khalil, kota-kota kecil dan kamp pengungsi di sekitarnya, dengan memblokir warga menggunakan sejumlah jalan serta mencegah mereka menjalankan aktivitas harian dan memenuhi kebutuhan dasar.
Menurut sumber lokal, pasukan Israel menyerang tiga warga Palestina, termasuk dua pria lanjut usia, di kawasan al-Fahs, al-Khalil. Mereka juga menembakkan gas air mata ke arah Rumah Sakit Al-Ahli sehingga asapnya merembes ke ruang perawatan pasien.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic