Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PBB: Hampir 950 Ribu Pengungsi Gaza Hadapi Risiko Banjir di Awal Musim Dingin

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 6 November 2026 - 17:42 WIB

Jumat, 6 November 2026 - 17:42 WIB

17 Views ㅤ

Kamp pengungsian warga Gaza terendam banjir. (Foto: Palinfo)

Gaza, MINA – Hampir 950 ribu warga Palestina yang mengungsi di Jalur Gaza tinggal di kawasan berisiko banjir sedang hingga tinggi menjelang musim dingin.

Menurut pernyataan OCHA yang dirilis baru-baru ini, lebih dari 400 ribu orang di antaranya menghadapi risiko banjir tinggi. Selain itu, sekitar 44 ribu warga berlindung di lebih dari 2.300 bangunan yang dinilai tidak aman secara struktural dan rentan runtuh saat hujan deras serta angin kencang.

Badan Pertahanan Sipil Palestina di Gaza memperingatkan bahwa hujan lebat dan angin kencang yang diprakirakan melanda wilayah itu pada Jumat (6/11) dapat membahayakan warga di tenda pengungsian maupun bangunan rusak akibat serangan militer Israel.

Pemerintah Kota Gaza pada Kamis (5/11) juga menyebut 250 lokasi penampungan dan permukiman di Kota Gaza berisiko tergenang.

Baca Juga: Israel Tetap Serang Gaza Meski Banjir Rendam Ribuan Tenda Pengungsi

OCHA memperkirakan 294.250 keluarga membutuhkan bantuan tempat penampungan sebelum musim hujan. Persoalan ini diperburuk kerusakan sistem drainase dan terbatasnya hunian layak.

Badan Migrasi PBB (IOM) pada 9 Oktober melaporkan hampir seluruh penduduk Gaza membutuhkan tenda atau bantuan tempat tinggal, sementara fenomena El Niño diperkirakan membawa curah hujan lebih tinggi.

Hambatan utama datang dari pembatasan masuknya bahan bangunan dan perlengkapan penampungan. Israel mengategorikan tenda, terpal, kayu, semen, tali, dan peralatan konstruksi sebagai barang dwifungsi (dual-use), yang dapat dibatasi karena dianggap berpotensi dipakai untuk kepentingan militer.

IOM sebelumnya menyebut 8.600 paket perlengkapan penampungan darurat belum diizinkan masuk dengan alasan yang sama.

Baca Juga: Pemukim Israel Serang Petani Palestina dan Curi Hasil Panen

Laporan Norwegian Refugee Council (NRC) pada 5 Oktober 2026, seperti dikutip Palestine Chronicle, menyebut Israel hanya mengizinkan sekitar 15 truk barang dwifungsi masuk dari Yordania setiap pekan.

Jumlah itu harus memenuhi kebutuhan berbagai sektor kemanusiaan di Gaza. Republika, yang mengutip laporan tersebut, belum memuat tanggapan resmi otoritas Israel atas temuan itu.

Musim hujan di Gaza lazimnya berlangsung November hingga Maret. Pada musim dingin sebelumnya, OCHA mencatat lebih dari 760 lokasi pengungsian yang dihuni sekitar 850 ribu orang berada pada risiko banjir tertinggi. Lembaga kemanusiaan PBB dan mitranya menyalurkan tenda, terpal, selimut, dan pakaian hangat sebagai respons atas peringatan banjir. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Ribuan Tenda Terendam Banjir, Peringatan Ancaman Wabah Penyakit di Gaza

Rekomendasi untuk Anda