Tel Aviv, MINA – Mayoritas anggota parlemen Israel (Knesset) merekomendasikan pemimpin oposisi Gadi Eisenkot untuk membentuk pemerintahan berikutnya, bukan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Rekomendasi itu disampaikan dalam konsultasi dengan Presiden Isaac Herzog, Kamis (5/11).
Menurut Herzog, partai-partai yang mewakili 67 anggota Knesset mendukung Eisenkot, pemimpin Partai Yashar, sedangkan 46 anggota mendukung Netanyahu. KAN melaporkan.
Dukungan itu mencakup dua partai berbasis pemilih Arab, yakni Daftar Bersama (Joint List) dan Ra’am (Daftar Arab Bersatu). Yashar menyebut jumlah rekomendasi tersebut sebagai yang tertinggi bagi seorang kandidat sejak 2015.
Pemilu 27 Oktober 2026 tidak memberi mayoritas kepada kedua kubu. Blok sayap kanan-religius Netanyahu memperoleh 53 kursi, termasuk 27 kursi Likud sebagai partai terbesar.
Baca Juga: Israel Tetap Serang Gaza Meski Banjir Rendam Ribuan Tenda Pengungsi
Aliansi oposisi Eisenkot meraih 48 kursi, sementara partai-partai Arab memperoleh 19 kursi, yakni 11 untuk Joint List dan 8 untuk Ra’am, jumlah tertinggi mereka. Ambang mayoritas di Knesset adalah 61 dari 120 kursi.
Netanyahu juga kehilangan dukungan dari sekutu lamanya. Partai ultra-Ortodoks United Torah Judaism (UTJ) menolak merekomendasikan calon perdana menteri mana pun.
Menurut Al Jazeera, UTJ berselisih dengan koalisi Netanyahu karena gagal mengesahkan undang-undang pembebasan wajib militer bagi pria ultra-Ortodoks. Sementara itu, partai Otzma Yehudit pimpinan Itamar Ben-Gvir tetap merekomendasikan Netanyahu.
Dukungan partai Arab tidak berarti Eisenkot akan bekerja sama dengan mereka. Eisenkot, seperti Netanyahu, menyatakan tidak akan membentuk pemerintahan bersama partai-partai Arab.
Baca Juga: Pemukim Israel Serang Petani Palestina dan Curi Hasil Panen
Anggota Joint List Ahmad Tibi mengatakan bahwa pihaknya siap melakukan hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya demi menyingkirkan pemerintahan saat ini. Pemimpin Yisrael Beytenu Avigdor Liberman, yang menolak melibatkan partai Arab, turut merekomendasikan Eisenkot.
Netanyahu menolak koalisi yang bergantung pada partai Arab dan menyerukan “pemerintahan nasional yang luas”. Ia dan Likud menuduh partai Arab mencurangi pemilu.
Komisi Pemilihan Pusat Israel pada Rabu (4/11) menyatakan integritas pemilu tidak terganggu, dan ketuanya, Hakim Agung Noam Sohlberg, mengingatkan pentingnya peralihan kekuasaan secara damai.
Herzog menyatakan akan mengumumkan kandidat pembentuk pemerintahan paling lambat Ahad (8/11). Ia menilai hasil konsultasi tampak jelas, tetapi terdapat veto timbal balik antarblok dan di dalam blok.
Baca Juga: Ribuan Tenda Terendam Banjir, Peringatan Ancaman Wabah Penyakit di Gaza
Kandidat terpilih memiliki 28 hari untuk membentuk pemerintahan, dengan kemungkinan perpanjangan 14 hari. Netanyahu tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara hingga pemerintahan baru terbentuk atau pemilu ulang digelar. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: 250 Pasangan Palestina Menikah Massal, Hadirkan Kebahagiaan di Tengah Genosida Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic