Agam, MINA – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi, Sabtu (7/11) pagi. Hujan abu vulkanik menyebar hingga Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, dan mengganggu aktivitas warga.
Erupsi terjadi pukul 09.55 WIB. Abu vulkanik dilaporkan menutupi sebagian lahan pertanian dan perkebunan milik warga yang berada di lereng gunung.
Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Sariak, Ismail Damar, mengatakan hujan abu dirasakan warga di Nagari Sariak, Kecamatan Sungai Pua. Kondisi tersebut mengganggu jarak pandang dan menyebabkan warga mengalami kesulitan bernapas.
“Hujan abu vulkanik kami rasakan di Nagari Sariak, Sungai Pua. Sangat mengganggu penglihatan dan membuat napas sesak,” ujarnya.
Baca Juga: Dubes Palestina Lepas Ribuan Peserta Solidarity Run for Palestine
Sementara itu, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), Ahmad Rifandi, menyebut erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 15,6 milimeter dan durasi sekitar 48 detik. Tinggi kolom abu tidak teramati dari pos pengamatan.
Aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan tidak memasuki radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.
Warga yang berada di sekitar lembah dan aliran sungai berhulu dari puncak Marapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar, terutama ketika hujan turun di kawasan puncak.
Masyarakat yang terdampak hujan abu diimbau menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan serta mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah daerah. []
Baca Juga: Ini Rangkaian Kegiatan Bulan Solidaritas Palestina di Masjid Darussalam Kota Wisata
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic