Yerusalem, MINA – Aktivis Israel berunjuk rasa di luar kompleks diplomatik AS di Yerusalem pada Senin (20/7), menuntut pembebasan dokter Palestina yang ditahan, Hussam Abu Safiya, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, sambil mendesak Washington untuk menghentikan persenjataan Israel.
Protes yang diselenggarakan oleh kelompok anti-pendudukan Israel, Free Jerusalem, juga menyerukan diakhirinya perang Israel di Gaza dan penyiksaan terhadap tahanan Palestina.
Para demonstran membawa spanduk yang menuntut pembebasan Abu Safiya dan meneriakkan dukungan untuk dokter Palestina tersebut sambil memukul drum. Spanduk lainnya mendesak AS untuk mengakhiri dukungan militer untuk Israel.
Louis Frankenthal, salah satu demonstran, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa penahanan Abu Safiya “ilegal” dan bahwa dokter tersebut telah mengalami penyiksaan, kelaparan, dan kondisi yang membahayakan nyawanya.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
“Pesan kami adalah untuk menghentikan penyiksaan, menghentikan genosida, dan menghentikan perang melawan rakyat Palestina segera,” katanya.
Pasukan Israel menahan Abu Safiya pada 27 Desember 2024 selama penggerebekan di Rumah Sakit Kamal Adwan setelah memaksa pasien dan staf medis untuk mengungsi dan menghancurkan fasilitas tersebut.
Otoritas Israel kemudian menempatkannya di bawah “Undang-Undang Pejuang”tidak sah, yang mendorong pengacaranya, Nasser Odeh, untuk mengajukan banding atas penahanan berkelanjutannya di Mahkamah Agung Israel.
Odeh mengatakan Abu Safiya muncul selama kunjungan hukum dengan tangan serta kakinya diborgol di bawah pengawasan ketat dan menderita kekurangan makanan, air, perawatan medis yang tidak memadai, serta sakit punggung dan leher setelah dipukuli selama pemindahannya ke Penjara Negev.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Sekitar 9.500 warga Palestina saat ini ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam kondisi yang menurut kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel melibatkan kelaparan, penyiksaan, dan pengabaian medis, yang menyebabkan kematian puluhan tahanan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic