Lampung, Selatan, MINA – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Otoritas vulkanologi mengingatkan nelayan, wisatawan, dan masyarakat pesisir agar tidak mendekati kawasan kawah guna menghindari potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas erupsi.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, mengatakan peningkatan aktivitas tersebut terpantau dari hasil pengamatan visual dan data kegempaan yang terekam melalui peralatan pemantauan.
Menurutnya, aktivitas vulkanik gunung api itu masih tergolong tinggi sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya erupsi maupun lontaran material vulkanik.
Ia menjelaskan pemantauan dilakukan selama 24 jam secara berkelanjutan untuk mendeteksi perkembangan aktivitas gunung api. Data yang diperoleh menjadi dasar bagi otoritas terkait dalam menentukan langkah mitigasi dan mengurangi risiko bencana bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan Selat Sunda.
Baca Juga: Semeru Erupsi Dua Kali Hari Ini, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan
Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level II atau Waspada.
Oleh karena itu, masyarakat, wisatawan, dan nelayan diminta tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif karena aktivitas kegempaan dan embusan masih terus terekam oleh alat pemantau.
Selain mematuhi zona bahaya, nelayan yang beroperasi di perairan Selat Sunda juga diminta untuk terus memantau informasi resmi mengenai aktivitas gunung api dan kondisi cuaca sebelum melaut.
Otoritas mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi dari lembaga yang berwenang.
Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif yang tumbuh di kaldera letusan besar Krakatau tahun 1883 dan berada di jalur cincin api Pasifik.
Aktivitas gunung ini menjadi perhatian khusus setelah erupsi dan longsoran tubuh gunung pada Desember 2018 memicu tsunami di Selat Sunda yang menewaskan ratusan orang.
Karena itu, peningkatan aktivitas vulkanik sekecil apa pun terus dipantau secara ketat guna mengantisipasi potensi ancaman terhadap wilayah pesisir di Lampung dan Banten. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: BPOM Ungkap Sejumlah Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin
















Mina Indonesia
Mina Arabic