Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alam adalah Amanah, Jangan Dirusak!

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Senin, 24 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:29 WIB

26 Views ㅤ

Pemandangan hutan tropis di Indonesia. (Goodnews from Indonesia)

ALAM adalah amanah dari Allah yang harus dijaga, dilestarikan, dan dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab. Firman Allah dalam Surat Al-A’raf ayat 56 menjadi pengingat abadi bagi seluruh umat manusia:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا

“Dan janganlah kamu mengadakan kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya…” (QS. Al-A’raf: 56).

Ayat ini bukan sekadar larangan normatif, melainkan seruan mendalam tentang tanggung jawab kosmik manusia sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai khalifah, tugas kita bukanlah menaklukkan alam dengan kekerasan, melainkan menjaga keseimbangan ekosistem yang telah Allah ciptakan dengan sempurna.

Betapa seriusnya Islam memandang perlindungan lingkungan terlihat dari ancaman keras Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bagi mereka yang menebang pohon secara zalim. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Hubsyi, beliau bersabda:

Baca Juga: Rizky Ridho Selebrasi dengan Sujud Syukur, Ini Maknanya dalam Islam

مَنْ قَطَعَ سِدْرَةً صَوَّبَ اللَّهُ رَأْسَهُ فِي النَّارِ

“Barang siapa yang memotong pohon bidara, akan Allah tuangkan cairan di kepalanya di neraka.” (HR. Abu Dawud).

Ancaman ini khusus ditujukan kepada orang yang menebang pohon di padang gersang atau tempat yang menjadi sumber keteduhan bagi para musafir dan hewan, dengan sia-sia dan zalim, tanpa hak yang sah. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak sekadar melarang perusakan tanpa alasan, tetapi melindungi fungsi sosial-ekologis pohon sebagai peneduh, habitat, dan sumber kehidupan.

Menanam Pohon adalah Sedekah

Di sisi lain, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberikan kabar gembira bagi mereka yang menanam:

Baca Juga: 2 Oktober 1187: Ketika Panglima Shalahuddin Membebaskan Masjid Al-Aqsa

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman atau menabur benih, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Betapa indahnya Islam memandang setiap daun yang tumbuh, setiap buah yang berbuah, sebagai sedekah yang mengalir pahalanya meski sang penanam telah tiada. Menanam pohon adalah investasi jangka panjang untuk generasi mendatang dan bentuk kasih sayang kepada seluruh makhluk.

Kerusakan Alam: Dampak Perbuatan Manusia

Allah mengingatkan dalam Surat Ar-Rum ayat 41:

Baca Juga: Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia…” (QS. Ar-Rum: 41).

Banjir bandang, longsor, kekeringan, polusi udara, dan pemanasan global adalah bukti nyata bahwa manusia telah melampaui batas dalam mengeksploitasi alam. Kita menuai apa yang kita tanam. Jika kita merusak, maka kerusakan itu akan kembali kepada kita.

Relevansi untuk Indonesia

Indonesia adalah paru-paru dunia, rumah bagi hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia. Namun, setiap tahun kita kehilangan jutaan hektar hutan akibat pembakaran dan penebangan liar.

Baca Juga: Doa Menyambut Turunnya Hujan yang Membasahi Bumi

Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga menyebabkan kabut asap yang mengancam kesehatan jutaan orang, mengganggu pendidikan, dan merugikan perekonomian. Ini adalah bentuk ifsad fil ard (kerusakan di muka bumi) yang sangat nyata.

Begitulah, Allah menurunkan ayat tentang kerusakan alam agar manusia kembali ke jalan yang benar (la’allahum yarji’un).

Sudah saatnya kita menyadari bahwa menjaga alam adalah ibadah, bukan sekadar slogan, mengurangi polusi adalah bagian dari akhlak kepada sesama makhluk, dan menanam pohon adalah investasi untuk anak cucu kita.

Semoga kita semua diberikan kesadaran dan kemampuan untuk menjaga alam sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi. Jangan biarkan sedikit keuntungan sesaat merusak ekosistem yang Allah ciptakan dengan keseimbangan sempurna.

Baca Juga: Ketika Bulan Sabit dan Venus Berdampingan di Ufuk Barat

Wallahu a’lam bish-shawab. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Membaca Sejarah Tiga Pembebasan Spektakuler: Resensi Buku Imam Yakhsyallah Mansur

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Info MINA
Info MINA
Info MINA
Palestina