Washington, MINA – Presiden Donald Trump menyatakan pemberlakuan kembali blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada Senin (13/7), dengan mengatakan bahwa Washington akan memungut biaya besar pada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Pernyataan Presiden AS itu muncul di saat pertempuran kembali berkobar di jalur air vital tersebut, Arab News melaporkan.
Namun, komando militer Iran bersikeras bahwa mereka tidak akan mengizinkan AS untuk “ikut campur” di jalur utama untuk minyak dan gas tersebut.
Militer AS mengatakan telah menyerang puluhan target di Iran pada Senin, sementara Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan serangan baru terhadap fasilitas AS di Bahrain, Yordania, Kuwait, dan Oman sebagai balasan.
Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel
Selat Hormuz bukanlah masalah sebelum Amerika Serikat dan Israel memulai perangnya dengan Iran pada Februari, dan jalur melaluinya bebas. Namun, Iran kemudian memblokir jalur air tersebut dan sekarang melihatnya sebagai pengaruh penting terhadap AS.
AS dengan keras menentang keinginan Iran untuk memungut biaya di selat tersebut, yang secara umum dilarang oleh hukum internasional. Namun pada Senin, Trump membalikkan keadaan dan menyatakan bahwa Washington sendiri akan memungut biaya tersebut.
Dalam sebuah unggahan di situs Truth Social miliknya, Trump menyatakan bahwa AS akan “dikenal sebagai ‘PENJAGA SELAT HORMUZ’.” []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic