Jakarta, MINA – Kualitas udara di Jakarta pada Jumat (26/12) menunjukkan perbaikan signifikan setelah beberapa hari sebelumnya berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data pemantauan kualitas udara, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI⁺ US) tercatat berada di angka 56, yang masuk dalam kategori sedang.
Capaian ini menandai kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan pekan sebelumnya, ketika AQI Jakarta berada di kisaran 100 hingga 176 dan diklasifikasikan dalam kategori tidak sehat bagi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
Perbaikan kualitas udara tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah menurunnya aktivitas kendaraan bermotor di berbagai titik di ibu kota. Berkurangnya volume lalu lintas berdampak langsung pada penurunan emisi gas buang kendaraan, yang selama ini menjadi kontributor utama pencemaran udara Jakarta, khususnya pada jam-jam sibuk.
Selain faktor lalu lintas, peningkatan intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir turut berperan penting dalam memperbaiki kualitas udara. Hujan membantu menurunkan konsentrasi partikel polutan di atmosfer melalui proses alami yang dikenal sebagai air washing, yakni pencucian udara dari debu, asap kendaraan, dan partikel berbahaya lainnya.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Meski kondisi udara saat ini menunjukkan tren positif, masyarakat tetap diimbau untuk menjaga kesadaran terhadap lingkungan, antara lain dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mendukung upaya pengendalian pencemaran udara secara berkelanjutan. Pemerintah daerah juga diharapkan terus memperkuat kebijakan ramah lingkungan guna menjaga kualitas udara Jakarta tetap berada pada tingkat yang aman bagi kesehatan publik. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic