Riyadh, MINA — Sejumlah wilayah di Arab Saudi kembali diselimuti salju tebal di tengah musim dingin 2025-2026, menciptakan pemandangan langka yang kontras dengan citra negara yang biasanya dikenal dengan padang gurun panasnya. Fenomena ini terutama terlihat di daerah utara seperti Tabuk dan pegunungan Trojena, serta sejumlah dataran tinggi lainnya yang berubah menjadi putih oleh salju.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan hamparan salju mencakup lereng pegunungan Jabal Al-Lawz dan wilayah sekitarnya, menarik perhatian warga lokal dan wisatawan. Bahkan beberapa penduduk terlihat menikmati kesempatan bermain salju, berjalan, dan berfoto di antara lanskap yang biasanya kering dan gersang itu. Arabnews melaporkan, Sabtu (20/12).
Badan Meteorologi Nasional Arab Saudi menyebutkan fenomena ini dipicu oleh massa udara dingin yang bergerak dari utara wilayah Timur Tengah, sehingga suhu turun drastis di beberapa kawasan pegunungan. Penurunan suhu membuat kondisi memungkinkan terbentuknya salju, terutama di ketinggian yang lebih besar, dengan suhu di beberapa titik bahkan turun di bawah nol derajat Celsius.
Salju tak hanya terbatas di pegunungan tinggi, tetapi sejumlah area dataran yang lebih rendah juga mengalami penurunan suhu signifikan dan lapisan putih tipis di permukaan tanah. Beberapa wilayah lain seperti Hail dan Qassim dilaporkan juga merasakan dampak cuaca dingin yang tidak biasa terjadi di sebagian besar negara Arab tersebut.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Fenomena salju ini menjadi tontonan menarik bagi masyarakat yang jarang menyaksikan kondisi tersebut di lingkungan padang pasir. Warga mengabadikan momen ini di media sosial dan berkumpul di lokasi salju, sementara pihak berwenang mengimbau agar tetap waspada terhadap potensi jalan licin dan cuaca ekstrem lainnya selama periode musim dingin ini.
Latar belakang turunnya salju di Arab Saudi berkaitan dengan sistem cuaca musim dingin di wilayah barat laut dan utara Semenanjung Arab, terutama di daerah berlereng tinggi seperti Tabuk dan Hail yang memang secara meteorologis lebih rentan terhadap suhu sangat rendah ketika massa udara dingin dari Laut Mediterania atau utara bergerak ke selatan. Meski tergolong fenomena langka bagi banyak orang, kejadian salju ini merupakan bagian dari pola iklim tahunan di sebagian wilayah kerajaan tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
















Mina Indonesia
Mina Arabic