Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arab Saudi Kutuk Serangan RSF terhadap Rumah Sakit dan Konvoi Bantuan di Sudan

Rudi Hendrik Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 8 Februari 2026 - 06:32 WIB

Ahad, 8 Februari 2026 - 06:32 WIB

37 Views ㅤ

Rumah Sakit Militer Al-Kuweik di Kordofan Utara, Sudan, dibom oleh pasuka paramiliter RSF, Sabtu, 7 Februari 2026. (Foto: Salman Al-Ansari/X)

Riyadh, MINA – Arab Saudi mengutuk keras serangkaian serangan oleh Pasukan Pendukung Cepat (RSF) Sudan terhadap rumah sakit militer, konvoi bantuan Program Pangan Dunia (WFP), dan bus yang membawa pengungsi sipil, kata Kementerian Luar Negeri Saudi pada Sabtu (7/2).

Serangan terhadap Rumah Sakit Militer Al-Kuweik dan fasilitas bantuan di Kordofan Utara dan Selatan dilaporkan menewaskan puluhan warga sipil tak bersenjata, termasuk perempuan dan anak-anak, serta merusak konvoi dan infrastruktur kemanusiaan.

Dalam pernyataan yang dimuat oleh Saudi Press Agency (SPA), Kementerian menggambarkan serangan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Kementerian menganggap itu jelas melanggar hukum kemanusiaan internasional serta norma-norma yang melindungi warga sipil dan pekerja bantuan.

Arab Saudi menyerukan kepada RSF untuk segera menghentikan pelanggaran dan mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan dengan aman, menekankan kewajiban kelompok tersebut berdasarkan hukum internasional dan Deklarasi Jeddah tentang Perlindungan Warga Sipil di Sudan, yang ditandatangani pada Mei 2023.

Baca Juga: 109 Tahun Balfour, Parlemen Arab Tegaskan Hak Palestina Tak Bisa Dihapus oleh Waktu

Kerajaan juga menegaskan kembali dukungannya terhadap persatuan, keamanan, dan stabilitas Sudan, dan menggarisbawahi perlunya melestarikan lembaga-lembaga sah negara tersebut, tambah SPA.

Mereka memperingatkan terhadap campur tangan asing dan terus berlanjutnya aliran senjata ilegal, tentara bayaran, dan pejuang asing, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut memperpanjang konflik dan memperdalam penderitaan rakyat Sudan, meskipun beberapa pihak mengeklaim mendukung solusi politik. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: PM Anwar Ibrahim Waspadai Ancaman Siber Israel

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Internasional
Dunia Islam
Dunia Islam