Canberra, MINA – Australia membatalkan visa seorang influencer asal Israel karena pernyataannya yang dinilai kontroversial dan menyerang Islam, demikian dilaporkan media setempat pada Selasa (27/1).
Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, membatalkan visa Sammy Yahood hanya beberapa jam sebelum keberangkatannya menuju Australia, menurut laporan Sky News.
Yahood sebelumnya dijadwalkan mengunjungi Australia untuk menghadiri dan berbicara dalam sejumlah acara besar di Sydney dan Melbourne.
Keputusan pembatalan visa tersebut diambil menyusul pernyataan-pernyataan Yahood yang dianggap bernuansa Islamofobia. Pemerintah Australia menilai kunjungan tersebut berpotensi memicu perpecahan dan tidak sejalan dengan nilai toleransi yang dijunjung negara tersebut.
Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS
Kasus ini bukan yang pertama. Pemerintah Australia sebelumnya juga mencabut visa pengusaha teknologi asal Israel, Hillel Fuld, pada Juni tahun lalu karena retorika Islamofobia.
Selain itu, pada Agustus, Canberra membatalkan visa politisi sayap kanan Israel Simcha Rothman, yang mendukung rencana pemindahan warga Palestina dari Gaza serta menyebut anak-anak Palestina sebagai musuh Israel.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan sikap tegas Australia dalam menolak kehadiran tokoh asing yang dinilai menyebarkan ujaran kebencian atau berpotensi mengganggu keharmonisan sosial.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru
















Mina Indonesia
Mina Arabic