Badan Amal Peringatkan Risiko Cuaca Bagi Pengungsi di Balkan

Wilayah Balkan yang bersalju. (Foto : Visar Kryeziu)
Wilayah Balkan yang bersalju. (Foto : Visar Kryeziu)

Serbia, 9 Rabi’ul Akhir 1437/19 Januari 2016 (MINA) – Sebuah badan amal pada Selasa (19/1) mengingatkan pengungsi pembawa anak-anak yang melewati kawasan Balkan, Eropa utara, tentang besarnya risiko cuaca dingin dan kurangnya tempat berlindung dalam kondisi bersalju.

“Situasi saat ini benar-benar membuat pengungsi putus asa,” kata juru bicara Save the Children, Bollenback dari Serbia selatan dekat perbatasan Macedonia, wilayah yang saat ini ditutupi oleh salju sekitar enam inci (15 m), demikian Naharnet memberitakannya yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Bollenback mengatakan, para pengungsi terpaksa menempuh jalan bersalju sepanjang dua kilometer untuk melintasi perbatasan menuju Serbia, kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke pusat pendaftaran di kawasan Presevo dengan kondisi tubuh anak mereka yang sudah menggigil dan pucat.

UNICEF juga mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan para pengungsi yang tiba di Eropa tenggara dengan membawa anak-anak yang kelelahan, ketakutan dan membutuhkan bantuan medis.

UNICEF menambahkan, suhu di bawah nol derajat yang baru-baru ini terjadi memperburuk kondisi fisik pengungsi miskin, karena mereka tidak memiliki pakaian yang memadai dan nutrisi yang cukup pada usia mereka.

Menurut badan pengungsi PBB, UNCHR, sejak 2015 sudah lebih dari satu juta migran dan pengungsi yang menyeberangi laut Mediterania menuju Eropa, hampir setengah dari mereka adalah pengungsi Suriah.

Mirjana Milenkovski, juru bicara UNCHR di Serbia mengatakan, hampir 7.000 pengungsi telah memasuki pusat penerimaan Presevo sejak beberapa hari yang lalu. (T/mar/P001)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Wartawan: Admin

Editor: Rudi Hendrik