Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Badan Geologi Pastikan Sinkhole di Limapuluh Kota Bukan Akibat Runtuhan Batu Gamping

Mujiburrahman Editor : Arif R - Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:49 WIB

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:49 WIB

13 Views ㅤ

Sinkhole Sumbar (Foto:Dok,Pemprov Sumbar).

Limapuluh Kota, MINA – Fenomena amblesan tanah atau sinkhole secara misterius terjadi di kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Peristiwa tersebut menarik perhatian warga setempat karena lubang besar tiba-tiba muncul di lahan pertanian tanpa tanda-tanda awal yang jelas.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan amblesan tanah tersebut bukan disebabkan oleh runtuhan batu gamping. Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil kajian tim di lapangan, faktor penyebabnya berbeda dari sinkhole yang umumnya terjadi di wilayah karst.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, peristiwa tanah amblas itu terjadi pada 4 Januari 2026,” ujar Lana Saria seperti dilansir Antara, Jumat (9/1). Ia menyebutkan, kejadian tersebut ditandai dengan terbentuknya lubang berdiameter sekitar 20 meter dan kedalaman kurang lebih 15 meter di lahan pertanian milik warga.

Lana menjelaskan, hasil penyelidikan Badan Geologi menunjukkan bahwa amblesan terjadi akibat proses erosi buluh, yakni pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan. Proses ini berlangsung secara perlahan dan tidak terjadi secara tiba-tiba, sehingga lama-kelamaan menyebabkan tanah kehilangan daya dukung hingga akhirnya amblas.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Menurutnya, fenomena tersebut dapat terjadi di wilayah dengan kondisi tanah tertentu yang memungkinkan aliran air bawah tanah menggerus material secara kontinu. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di area pertanian dan pemukiman yang memiliki kondisi geologi serupa.

Badan Geologi juga mendorong pemerintah daerah setempat untuk melakukan pemantauan lanjutan dan pembatasan aktivitas di sekitar lokasi amblesan demi mencegah risiko lanjutan yang dapat membahayakan keselamatan warga. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Rekomendasi untuk Anda