Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bangsamoro Gelar Pemilu Perdana, Penghitungan Suara Dimulai

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Senin, 14 September 2026 - 23:02 WIB

Senin, 14 September 2026 - 23:02 WIB

21 Views ㅤ

Warga di wilayah Otonom Bangsamoro di Filipina selatan memberikan suara dalam pemilu perdana, Senin (14/9). (Foto: Anadolu)

Mindanau, MINA – Wilayah Otonom Bangsamoro di Filipina selatan, yang berpenduduk mayoritas Muslim, sedang menantikan pemerintahan terpilih pertamanya. Saat ini, penghitungan suara tengah berlangsung setelah pemungutan suara dalam pemilihan umum perdana wilayah tersebut ditutup pada Senin (14/9).

Menurut laporan media lokal GMA News, hasil tidak resmi mulai masuk, dan Komisi Pemilihan Umum (Comelec) memperkirakan pengumuman pemenang di Bangsamoro akan berjalan sesuai jadwal, meskipun sempat terjadi kekerasan dan penundaan pemungutan suara di beberapa lokasi.

Ketua Comelec, George Erwin Garcia, mengatakan kepada wartawan bahwa beberapa pemenang mungkin diumumkan pada Senin malam, sementara pengumuman lainnya bisa dilakukan pada Selasa dini hari seiring dengan transmisi dan rekapitulasi hasil pemilu.

Garcia menjelaskan hasil dari tempat pemungutan suara (TPS) akan dikirimkan secara elektronik sebelum dilakukan rekapitulasi resmi di tingkat kota, provinsi, dan wilayah.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Berdasarkan hasil tidak resmi, Partai Federalis Bangsamoro (BFP) memimpin dengan perolehan 614.672 suara, diikuti Partai Keadilan Bangsamoro Bersatu (UBJP) dengan 571.703 suara dan Koalisi Besar BARMM (BGC) dengan 366.073 suara.

Sebuah partai harus meraih setidaknya 2,5% dari total suara untuk dapat masuk ke parlemen.

Para anggota parlemen tersebut dijadwalkan akan memilih menteri utama wilayah itu bulan depan.

“Malam ini akan terlihat indikasi kuat mengenai siapa yang unggul dalam perolehan suara partai. Namun, mereka harus memilih menteri utama paling lambat akhir Oktober,” ujar Georgi Engelbrecht dari lembaga pemikir International Crisis Group kepada Anadolu.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Sekitar 700 kandidat dari 13 partai politik daerah bersaing memperebutkan 80 kursi di parlemen wilayah tersebut.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

Asia
Dunia Islam
Asia
Dunia Islam
Palestina