Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bangunan di Gaza Runtuh, 12 Tewas dan 100 Lainnya Terjebak

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 16 September 2026 - 15:38 WIB

Rabu, 16 September 2026 - 15:38 WIB

44 Views ㅤ

Salah satu bangunan di Gaza yang runtuh (Foto: Yeni Safak)

Gaza, MINA – Sebuah bangunan tempat tinggal yang sebelumnya rusak akibat serangan Israel runtuh di Gaza City, Rabu (16/9) dini hari, menewaskan sedikitnya 12 warga Palestina, termasuk lima anak. Hampir 100 orang lainnya masih diyakini terjebak di bawah reruntuhan. Wafa melaporkan.

Bangunan tujuh lantai yang berada di bagian barat Gaza City itu dihuni sejumlah keluarga Palestina yang mengungsi. Menurut Pertahanan Sipil Gaza, bangunan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan Israel, namun warga tetap menggunakannya sebagai tempat berlindung karena terbatasnya pilihan tempat tinggal yang aman.

Pertahanan Sipil Gaza menyebut sedikitnya 14 orang lainnya mengalami luka dalam kejadian tersebut. Tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap warga yang tertimbun, sementara sejumlah korban berhasil dikeluarkan dari reruntuhan dalam kondisi hidup.

Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi sulit karena keterbatasan alat berat. Petugas penyelamat bahkan harus menggali reruntuhan menggunakan tangan untuk mencari warga yang masih hidup. Sejumlah lembaga PBB dan tim bantuan Mesir turut mendukung operasi penyelamatan.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Kepala Pertahanan Sipil Gaza City Raed Al-Dahshan mengatakan masih terdengar suara dari bawah reruntuhan sehingga petugas tetap berharap menemukan korban selamat. Ia menyebut sedikitnya 10 keluarga tinggal di bangunan tersebut sebelum bangunan ambruk.

Peristiwa itu juga memperlihatkan bahaya yang dihadapi warga Gaza yang masih tinggal di bangunan rusak. Pertahanan Sipil memperkirakan sekitar 2.000 bangunan rusak di berbagai wilayah Gaza masih dihuni keluarga Palestina karena mereka tidak memiliki tempat penampungan alternatif yang memadai.

Program Pembangunan PBB (UNDP) menyebut operasi penyelamatan menghadapi kendala serius akibat kurangnya mesin dan peralatan yang diperlukan. Pihak Palestina dan PBB menyalahkan pembatasan terhadap masuknya alat berat ke Gaza, sementara Israel menyatakan pembatasan tersebut ditujukan untuk mencegah peralatan digunakan kelompok bersenjata.

Persoalan bangunan rusak di Gaza berlangsung di tengah kerusakan infrastruktur dalam skala luas. PBB memperkirakan sekitar 61 juta ton puing telah terbentuk akibat perang, yang dalam kondisi tertentu membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun untuk dibersihkan.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Kondisi tersebut semakin berisiko menjelang musim dingin, ketika hujan dan angin dapat memperbesar ancaman runtuhnya bangunan yang telah mengalami kerusakan struktural. Al-Dahshan mengatakan sekitar 400 bangunan lainnya berada dalam kondisi yang berpotensi runtuh. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Eropa
Amerika