Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir Bandang Situbondo Ganggu Pendidikan, Puluhan Sekolah Hentikan KBM

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Rudi Hendrik - Senin, 26 Januari 2026 - 00:59 WIB

Senin, 26 Januari 2026 - 00:59 WIB

31 Views ㅤ

Banjir bandng Situbondo, Jawa Timur. (Gambar: dok. Parlementaria)

Situbondo, MINA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim) menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di puluhan sekolah akibat dampak banjir bandang yang merendam fasilitas pendidikan di lima kecamatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo, Sopan Efendi menyampaikan, secara tidak langsung bahwa sedikitnya 21 lembaga pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1). Seluruh sekolah tersebut sementara waktu mengalihkan pembelajaran ke sistem daring.

“Dari 21 SD dan SMP yang terdampak banjir, ada dua sekolah yang mengalami dampak paling parah, yakni SDN 1 Banyuglugur dan SMPN 1 Banyuglugur,” kata Sopan Efendi, Ahad (25/1).

Ia menjelaskan secara langsung bahwa kedua sekolah tersebut berada dalam satu kawasan sehingga menerima terjangan banjir bandang paling berat. Akibatnya, pagar sekolah roboh dan material banjir berupa lumpur serta sampah masuk ke lingkungan sekolah.

Baca Juga: UIN Ar-Raniry Latih Bahasa Inggris 40 Pemuda Aceh untuk Bekerja di Luar Negeri

“Kedua sekolah ini berdampingan dan terdampak paling parah. Tembok pagar belakang sekolah ambruk, serta lumpur dan sampah masuk ke area sekolah,” ujarnya.

Pasca kejadian, aktivitas belajar mengajar diliburkan sementara. Para guru bersama warga setempat melakukan kerja bakti membersihkan lumpur di ruang kelas dan ruang guru. Dispendikbud Situbondo juga meminta bantuan petugas pemadam kebakaran untuk mempercepat pembersihan di sekolah yang terdampak paling parah.

“Sejak Kamis (22/1) sekolah diliburkan karena masih dilakukan pembersihan material banjir. Kami juga meminta bantuan Damkar untuk membersihkan lumpur di lokasi terdampak berat,” jelas Sopan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan secara tidak langsung bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo untuk pendataan sekolah terdampak serta memastikan keamanan lingkungan sekolah sebelum kegiatan belajar kembali normal.

Baca Juga: Ponpes Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya Gelar Training Growth Shuffah untuk Tingkatkan Kualitas Santri

Sopan berharap tidak terjadi hujan susulan dengan intensitas tinggi mengingat kondisi cuaca masih ekstrem hingga Februari mendatang.

“Jika kondisi sudah membaik, kegiatan belajar mengajar akan kembali normal karena tidak ada gedung sekolah yang mengalami kerusakan berat,” pungkasnya.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Baznas, Kemenag Salurkan Bantuan Rp17,5 M untuk 700 Pesantren di Seluruh Indonesia

Rekomendasi untuk Anda