Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir Rendam Ribuan Hektare Sawah di Kabupaten Bekasi, Petani Khawatirkan Gagal Panen

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Widi Kusnadi - Senin, 26 Januari 2026 - 00:15 WIB

Senin, 26 Januari 2026 - 00:15 WIB

35 Views ㅤ

Ilustrasi di tengah genangan banjir, harapan panen petani perlahan tenggelam. (Foto: AI)

Bekasi, MINA – Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, selama sepekan terakhir merendam sedikitnya 5.168 hektare areal persawahan, sehingga memicu kekhawatiran petani terhadap potensi gagal panen di salah satu lumbung pangan daerah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Abdillah Majid menyampaikan bahwa banjir berdampak luas terhadap aktivitas pertanian warga. Ia menyebutkan, genangan air memengaruhi 78 desa yang tersebar di 16 kecamatan.

“Banjir mempengaruhi 78 desa yang tersebar di 16 kecamatan,” ujar Abdillah, Ahad (25/1).

Ia menjelaskan, sebagian besar sawah yang terdampak berada di wilayah dataran rendah yang berdekatan dengan aliran sungai. Genangan air setinggi 20 hingga 60 sentimeter menyebabkan tanaman padi terendam dan membuat aktivitas pertanian terhenti sementara.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan bahwa genangan air berpotensi menimbulkan kerusakan serius pada tanaman padi, terutama pada fase tanam dan menjelang panen.

“Air yang menggenangi sawah dapat merusak tanaman padi, terutama yang masih dalam masa tanam atau menjelang panen,” kata Dodi.

Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan lanjutan di lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan akibat banjir. Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi belum dapat menghitung total kerugian petani karena kondisi tanaman masih terendam dan belum ada laporan gagal panen atau puso.

Abdillah juga menyampaikan secara tidak langsung bahwa pemerintah daerah telah mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat untuk membantu petani yang terdampak.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Pemerintah Kabupaten Bekasi, kata dia, tengah memproses pengajuan bantuan benih dan pestisida melalui program Direktorat Serealia Kementerian Pertanian RI bagi sawah yang terdampak banjir.

Selain merusak tanaman, banjir juga menghambat akses menuju lahan persawahan, menyebabkan saluran irigasi meluap, serta merendam alat dan sarana produksi pertanian. Kondisi tersebut memaksa petani menunda pemupukan, penyiangan, hingga panen.

Jika banjir tidak segera surut, keterlambatan ini dikhawatirkan akan berdampak pada kesulitan permodalan petani pada musim tanam berikutnya dan berpotensi mengganggu ketersediaan beras di tingkat lokal.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan banjir dan mengimbau petani untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut. []

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda