Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

November Jadi Periode Puncak Hujan di Sebagian Besar Wilayah Aceh

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 30 September 2026 - 00:53 WIB

Rabu, 30 September 2026 - 00:53 WIB

10 Views ㅤ

Banda Aceh, MINA — Sebagian besar wilayah Aceh diprakirakan memasuki periode puncak musim hujan pada November 2026. BMKG mencatat 10 dari 16 Zona Musim (ZOM) di Aceh diperkirakan mencapai puncak hujan pada bulan tersebut.

“Sebanyak 10 dari 16 ZOM di Aceh diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada November 2026,” kata Cucu Kusmayancu, Selasa (29/9).

Cucu menjelaskan, puncak musim hujan tidak berlangsung secara serentak di seluruh wilayah Aceh. Perbedaan karakteristik wilayah dan pola musim menyebabkan waktu terjadinya puncak hujan pada masing-masing ZOM dapat berbeda.

Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan ketika memasuki periode puncak musim hujan. Curah hujan yang meningkat dapat disertai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: Tiga Kabupaten Aceh Hadapi Ancaman Hujan Tinggi hingga 10 November

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG. Terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” ujarnya.

Potensi hujan lebat perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko banjir, genangan, tanah longsor, serta gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut juga dapat berdampak pada perjalanan dan aktivitas masyarakat apabila terjadi dalam durasi cukup lama.

Cucu mengatakan informasi mengenai perkembangan musim hujan akan terus diperbarui sesuai kondisi atmosfer. Masyarakat diminta mengakses informasi melalui kanal resmi BMKG agar mendapatkan prakiraan dan peringatan dini terbaru.

Dengan sebagian besar ZOM di Aceh diprakirakan mencapai puncak musim hujan pada November, kesiapsiagaan menjadi penting untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem. Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan meningkatkan pemantauan di wilayah rawan serta mengambil langkah antisipasi sejak dini. []

Baca Juga: Banjir Aceh Meluas, Belasan Desa Terendam dan Warga Mengungsi

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda